Korsel Siapkan Rp 556 T, Bantu Kehidupan Anak Muda dari Lahir hingga Cari Kerja

Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (28/8) mengungkapkan sebagian rencana anggaran 2027 yang ditujukan untuk mendukung generasi muda. Pemerintah berkomitmen mengalokasikan 43,3 triliun won atau sekitar Rp 556,6 triliun (kurs Rp 12,8551) untuk dukungan fiskal yang disesuaikan dengan berbagai tahapan kehidupan anak muda.
Proposal anggaran tersebut disampaikan Kementerian Perencanaan dan Anggaran dalam acara “2027 Youth Budget Unboxing” yang digelar di kantor kepresidenan pada Jumat (28/8) pagi. Anggaran itu meningkat 53,5 persen dibandingkan 28,2 triliun won yang dialokasikan untuk program terkait pada tahun ini.
“Kemunculan generasi muda di pasar kerja belakangan ini mengalami keterlambatan akibat perubahan struktur industri. Mereka juga menghadapi tantangan lainnya, termasuk semakin sulitnya membangun aset,” kata Kementerian Anggaran dalam keterangannya, dikutip dari Yonhap News, Sabtu (29/8).
“Kebijakan pemuda yang ada saat ini belum sepenuhnya mengatasi perubahan tersebut, dan generasi muda mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dukungan yang tersedia secara tepat waktu karena kebijakan selama ini diterapkan melalui program-program individual,” tambah kementerian tersebut.
Pihak kementerian mengatakan rencana anggaran 2027 menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah terhadap generasi muda. Pemerintah tidak lagi memandang anak muda sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, melainkan sebagai prioritas investasi utama untuk memperkuat kapasitas Korea Selatan di masa depan.
Dalam ilustrasi yang dipaparkan oleh kementerian, paket tersebut mencakup anak pertama yang lahir pada 2027 di wilayah yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan regional khusus berpotensi memperoleh manfaat dan tabungan hingga 140,57 juta won saat berusia 18 tahun.
Nilai kumulatif itu dapat mencapai 195,82 juta won saat anak tersebut berusia 34 tahun. Jumlah tersebut termasuk dukungan biaya kuliah penuh yang tersedia di universitas negeri yang memenuhi syarat di luar wilayah metropolitan Seoul.
Sebagai contoh, pemerintah akan memberikan subsidi sebesar 15 juta won saat kelahiran, serta total subsidi pengasuhan anak sebesar 14,4 juta won per bulan hingga anak berusia 1 tahun bagi anak yang diasuh di rumah. Saat berusia 2 hingga 12 tahun, seorang anak dapat menerima total subsidi sebesar 39,6 juta won.
Anak yang mengikuti program tabungan baru dari pemerintah juga berpotensi mengumpulkan tabungan sebesar 71,5 juta won melalui kontribusi orang tua dan pemerintah sejak lahir hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada usia 19 hingga 34 tahun, generasi muda dapat menerima berbagai bentuk bantuan keuangan, termasuk dukungan biaya kuliah dan program pelatihan kerja, serta hibah pernikahan sebesar 1 juta won.
Rencana anggaran 2027 juga mencakup berbagai kebijakan untuk mengurangi kesenjangan akses terhadap pendidikan, perumahan, dan pembangunan aset.
Program tersebut antara lain mencakup dukungan bagi mahasiswa untuk berlangganan layanan kecerdasan buatan (AI) serta membantu mereka mengembangkan keterampilan terkait AI yang dapat digunakan untuk keperluan studi, pencarian kerja, dan pekerjaan.
Pemerintah juga akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa di universitas negeri di luar wilayah metropolitan Seoul. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi beban keuangan mahasiswa sekaligus menarik talenta ke daerah.
Korea Selatan pun akan menyediakan unit hunian publik berukuran lebih besar di lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan pusat transportasi umum. Selain itu, pemerintah akan memperkenalkan paket pembiayaan berupa pinjaman berbunga rendah bagi generasi muda yang menganggur dan sedang mencari pekerjaan atau ingin memulai usaha.
