KPPU: Ada Potensi Peserta Kartu Prakerja Hanya Kejar Insentif

8 Mei 2020 16:40 WIB
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gedung KPPU RI Foto: Abdul Latif/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gedung KPPU RI Foto: Abdul Latif/kumparan
ADVERTISEMENT
Proses pelaksanaan Kartu Prakerja tak lepas dari sorotan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
ADVERTISEMENT
Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, program tersebut bakal tidak maksimal atau tidak sesuai sasaran.
Guntur menjelaskan tidak maksimalnya program tersebut bisa terlihat dari segi biaya pelatihan online yang mencapai Rp 1 juta dan insentif yang didapatkan peserta.
“Di situ ada insentif-insentif dalam rangka mendapatkan pekerjaan. Namun dalam kenyataannya pada program ini biaya pelatihannya Rp 1 juta. Justru insentifnya lebih besar daripada pelatihan,” kata Guntur saat konferensi pers secara virtual, Jumat (8/5).
Guntur menganggap insentif yang lebih besar dibanding biaya pelatihan malah membuat peserta Kartu Prakerja asal-asalan dalam memilih pelatihan. Sebab, kata Guntur, tidak menutup kemungkinan peserta hanya mengejar insentif di tengah serangan virus corona.
Gedung KPPU RI Foto: Abdul Latif/kumparan
“Sehingga produknya enggak jadi persaingan karena konsumennya bukan lagi berorientasi pada dapat produk kompetitif namun dapat insentif dari program ini yang nilainya besar di tengah COVID-19 ini Rp 600.000 kali 4. Ini persaingan bukan untuk dapat produk tapi insentif,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Guntur memastikan KPPU bakal terus mengawasi proses pelaksanaan Kartu Prakerja termasuk pemilihan 8 platform pelatihan.
Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan penanggung jawab Kartu Prakerja khususnya mengenai dugaan adanya pelanggaran persaingan usaha.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!