Kumparan Logo

Krakatau Steel akan Produksi Baja Ramah Lingkungan di 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim. Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

PT Krakatau Steel Tbk akan mengembangkan teknologi produksi baja ramah lingkungan atau green steel. Proses produksi dalam pabrik tidak mengandalkan batu bara, tetapi menggunakan listrik.

Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, mengungkapkan rencana dana USD 3,5 miliar atau setara Rp 55,09 triliun (asumsi kurs Rp 15.742 per dolar AS) dialokasikan untuk pembangunan pabrik baja ramah lingkungan menggunakan hidrogen dalam rentang tahun 2023-2027.

"Tidak ada hambatannya. Modalnya saja yang besar, nanti tahun 2027 (dipersiapkan)," ujar Silmy saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Selasa (29/11).

Silmy menyampaikan, teknologi yang ideal untuk meningkatkan kandungan baja dengan hidrogen menghasilkan baja dari pembangkit tenaga listrik adalah menggunakan energi baru terbarukan (EBT), seperti di Swedia. Proyek pertama dilakukan di Swedia oleh kontraktor dan penyedia teknologi dari Jerman bernama SMS Grup dengan investasi USD 5 miliar atau setara Rp 78,71 triliun.

"Itu perusahaan salah satu yang memiliki adalah Mercedes Benz, karena Green Steel harganya dibayar lebih tinggi, dan aturan akan ada barrier atas produk baja untuk digunakan beberapa produk, salah satunya adalah produk otomotif," kata Silmy.

Baja produksi Krakatau Steel. Foto: Dok. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

Menurutnya, dana investasi USD 5 miliar termasuk pembangunan pembangkit EBT. PT Krakatau Steel dan Posco memiliki rencana investasi panjang dengan total nilai sekitar USD 3,5 miliar atau setara Rp 55,09 triliun.

Silmy Karim mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi Baja Cilegon sebanyak 10 juta ton.

"USD 3,5 miliar itu rencananya untuk tiga fase. Fase pertama untuk membangun fasilitas untuk (Cold Rolling Mill) CRM untuk baja otomotif 1 juta ton, kemudian tahap kedua adalah peningkatan iron & steel making sebesar USD 3 juta ton," terang Silmy.

Silmy menuturkan, tahap lainnya adalah peningkatan kapasitas Hot Strip Mill #2 menjadi 3 juta ton per tahun, dan pembangunan Cold Galvanizing Line (CGL) dengan kapasitas 0,5 juta ton.