Kumparan Logo

Kredit Perbankan Melesat 12,40 Persen di Juli 2024, Jadi Rp 7.514,6 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023, Senin (6/2/2023). Foto: Dok. Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit industri perbankan telah mencapai Rp 7.514,6 triliun pada Juli 2024. Nilai tersebut tumbuh 12,40 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh kredit korporasi yang tumbuh sebesar 18,06 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Kinerja fungsi intermediasi perbankan terus melanjutkan tren peningkatan," ujar Dian dalam konferensi pers hasil rapat RDK OJK Bulanan Agustus 2024, Jumat (6/9).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,20 persen, diikuti oleh kredit modal kerja 11,60 persen, sedangkan kredit konsumsi 10,98 persen.

"Ditinjau dari kepemilikan bank, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu sebesar 14,51 persen yoy," kata Dian.

Sejalan dengan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh positif. Pada Juli 2024, DPK perbankan tercatat tumbuh 7,72 persen yoy menjadi Rp 8.686,7 triliun. Giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 10,73 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Juli 2024 juga masih memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 109,20 persen dan 24,57 persen. Angka itu masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross perbankan yang relatif stabil di level 2,27 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen

"Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 10,27 persen. Rasio LaR tersebut juga mendekati level sebelum pandemi yaitu sebesar 9,93 persen pada Desember 2019," kata Dian.

Secara umum, tingkat profitabilitas bank atau Return On Asset (ROA) masih tetap tinggi sebesar 2,69 persen, yang menunjukkan kinerja industri perbankan tetap resilien dan stabil.

"Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi dan meningkat yaitu sebesar 26,61 persen dan menjadi bantalan mitigasi risiko yang solid di tengah kondisi ketidakpastian global," tutur Dian.