Krom Bank Raup Rp 143 M pada 2025, Seluruhnya Dimasukkan ke Saldo Laba Ditahan
·waktu baca 2 menit

PT Krom Bank Indonesia Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp 143 miliar sepanjang tahun buku 2025, naik 15 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Seluruh laba tersebut diputuskan untuk dimasukkan ke saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (20/5). Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan mengatakan pengalokasian laba ditahan dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Penguatan modal internal menjadi langkah strategis di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.
“Keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih Tahun Buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis Perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal,” ujar Anton.
Sepanjang 2025, Krom Bank juga membukukan pertumbuhan bisnis di sejumlah indikator utama. Pendapatan bunga bersih audited tercatat Rp 1,85 triliun atau meningkat 92 persen YoY dibandingkan Rp 965 miliar pada 2024.
Dari sisi neraca, total aset naik 84 persen YoY menjadi Rp 12,21 triliun. Sementara penyaluran kredit tumbuh 103 persen YoY menjadi Rp 8,63 triliun dibandingkan Rp 4,25 triliun pada tahun sebelumnya.
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 166 persen YoY menjadi Rp 8,39 triliun pada 2025 dari Rp 3,15 triliun pada 2024, didorong pertumbuhan simpanan tabungan dan deposito.
Anton menyebut Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi global dan domestik sepanjang 2025, mulai dari volatilitas pasar keuangan hingga tekanan suku bunga.
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat,” kata Anton.
