Bisnis
·
13 September 2021 15:27
·
waktu baca 2 menit

Kuasa Hukum Nasabah BNI: Rp 45 Miliar Dipindahkan ke Rekening Fiktif

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kuasa Hukum Nasabah BNI: Rp 45 Miliar Dipindahkan ke Rekening Fiktif (15754)
searchPerbesar
Gedung Menara BNI di Gatot Subroto. Foto: Dok. BNI
Nasabah BNI Andi Idris Manggabarani, kehilangan uang tabungannya di BNI kantor cabang Makassar sebesar Rp 45 miliar. Andi melalui kuasa hukumnya, Samsul Qamar, kemudian mengungkapkan awal mula dana tersebut raib.
ADVERTISEMENT
Menurut Samsul, kliennya tersebut baru tahu dana yang telah ia simpan selama puluhan tahun itu raib, setelah Bareskrim polri melakukan pemeriksaan.
"Kita baru tahu bahwa dana itu hilang dari rekening itu setelah ada pemeriksaan dari Bareskrim Polri, itu tanggal 18 agustus 2021. Kita enggak tahu sejak kapan hilangnya," ungkap Samsul kepada kumparan, Senin (13/9).
Samsul menjelaskan, Andi Idris awalnya menyetor dana secara bertahap dari berbagai rekening kepada manajemen BNI di Makassar. Ia meminta agar dana tersebut ditempatkan di rekening deposito.
Total dana yang sudah ditransfer Andi selama jadi kategori emerald untuk waktu puluhan tahun, mencapai Rp 70 miliar. Samsul memastikan bahwa uang yang hilang adalah sebesar Rp 45 miliar.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Ternyata uang itu tidak ditempatkan dalam bentuk deposito, tapi dipindahkan ke rekening yang diduga palsu. Dipindahkan ke rekening fiktif, jadi kita tidak tahu uang itu ke mana," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Dittipideksus Bareskrim Polri memastikan telah menangkap pegawai BNI berinisial MBS. Penangkapan pelaku yang memalsukan rekening ini dilakukan di Makassar pada Minggu (13/9).
Kuasa Hukum Nasabah BNI: Rp 45 Miliar Dipindahkan ke Rekening Fiktif (15755)
searchPerbesar
Ilustrasi transaksi di ATM BNI. Foto: Bank BNI
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengatakan, penangkapan ini dilakukan setelah BNI membuat laporan pada 1 April 2021. Laporan ini dilayangkan terkait dugaan tindak pidana perbankan dan pencucian uang.
BNI pun melalui kuasa hukumnya sudah angkat bicara terkait kasus tersebut. Berdasarkan versi kuasa hukum BNI, diduga adanya pemalsuan bilyet deposito di kantor cabang Makassar itu.
Manajemen perbankan pelat merah itu belum membahas lebih jauh bagaimana nasib dana nasabahnya. Mereka meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang tengah berjalan.
Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar BNI melakukan penggantian dana nasabah apabila terbukti kesalahan tersebut murni datang dari pihak internal BNI.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020