Kumparan Logo

Kuliner Jepang Laris Manis di Asian Games, Raup Rp 20 Juta per Hari

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

Bisnis kuliner menuai berkah selama Asian Games 2018 di Jakarta. Banyak tenant kuliner yang tersedia di kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Kuliner yang paling laris ialah makanan ala Jepang, Yoshinoya.

kumparan pada Jumat (24/8) tertarik untuk mendatangi satu tenant yang tampak paling banyak pengunjung mengantre bernama Yoshinoya. Di sana tampak pengunjung yang berjejer rapi untuk menunggu pesanan.

Adapun menu yang terpampang seperti Chicken Roll, Chicken Karaage, Beef Bowl, New Beef Bowl dan Crispy Chicken Bowl yang bisa didapat dari harga Rp 20.000 hingga Rp 56.000 saja.

Yeti (56) salah satu pembeli bersama keempat kawannya mengaku menyukai makanan ala Jepang seperti yang ada di tenant itu.

“Ya suka saja, meski memang Jejepangan (bukan khas Jepang asli) ya,” ucap perempuan asal Jakarta itu sambil terkekeh kepada kumparan di kompleks GBK, Jakarta, Jumat (24/8) .

Ditemui kumparan, Dodi, salah seorang karyawan Yoshinoya mengatakan penjualan jajanan ala Jepang memang terbilang laris.

Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

“Lumayan laris, sehari itu bisa sampai 300-400 box, belum pernah sepi sih,” ujarnya.

Menurut Dodi, menu yang paling banyak dibeli ialah Beef Bowl Original atau Yakiniku seharga Rp 52.000 per box.

Ditanya soal omzet, Dodi tidak menghitung secara pasti namun tidak jauh dari hasil perkalian jumlah box yang terjual dengan harga per box yakni mencapai sekitar Rp 20 jutaan dalam sehari.

Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kuliner Laris Manis di GBK saat Asian Games, Jumat (24/8/2018). (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)

“Soalnya masuknya langsung ke pusat karena kita pakai sistem bayarnya non-tunai pakai debit juga, tapi perkiraan segitulah,” imbuhnya.

Sementara itu, soal asal pembeli, Dodi menuturkan jika mereka bukan hanya dari lokal.

“Iya, bukan orang sini saja tadi, ada juga yang dari Jepang dari China gitu,” tutupnya.