Kumpulkan Data Konsumen, Pertamina Bidik 15 Juta Pengguna MyPertamina

PT Pertamina (Persero) menargetkan pengguna aplikasi belanja produk Pertamina, MyPertamina, hingga akhir tahun mencapai 15 juta. Saat ini, pengguna aplikasi tersebut baru mencapai 1,5 juta.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid mengatakan, target pengguna MyPertamina terus dikejar karena perusahaan ingin mengetahui data konsumen mereka yang membeli produk Pertamina. Diakui Mas'ud, sejak Pertamina berdiri hingga saat ini, perusahaan belum tahu siapa saja konsumen Pertamina secara spesifik.
"Kita ingin tahu siapa costumer Pertamina itu siapa. Saat ini kita sudah layani jutaan kiloliter selama 62 tahun, tapi belum tahu siapa customer kita secara detail. Nah mulai sekarang kita mulai data sehingga profil customer Pertamina siapa, di setiap daerah perlunya apa," kata dia usai peluncuran program Berbagi Berkah MyPertamina 2020 di Gedung Pertamina, Jakarta, Kamis (30/1).
Dengan menggenjot pengguna MyPertamina, Mas'ud mengatakan, profiling pengguna BBM atau LPG nonsubsidi dapat dilakukan. Kedua data ini penting agar perusahaan bisa menyiapkan stok di daerah sesuai dengan kebutuhan konsumen terhadap produk Pertamina yang sering mereka pakai.
Selain itu, perusahaan juga bisa mengetahui konsumen yang biasa membeli BBM Premium dan BBM Solar yang disubsidi pemerintah. Pendataan konsumen terhadap kedua produk tersebut agar di masa depan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
"Untuk subsidi, kita ingin tepat sasaran, siapa pengguna barang subsidi. Kalau satu keluarga misalnya ayahnya petani atau nelayan, ibunya UKM, anaknya sebagai bekerja lain. Nah mulai sekarang kita mulai data sehingga profil customer Pertamina siapa, di setiap daerah perlunya apa, sehingga nanti bisa antisipasi kebutuhan, namanya customer driven, customer perlunya apa, produk yang disiapkan apa. Kalau sekarang kan masih jalan sendiri-sendiri, costumer perlu apa, produk dibikin di mana," jelas dia.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, transaksi menggunakan aplikasi MyPertamina memudahkan perusahaan untuk mendata jika terjadi musibah. Dengan data yang masuk, perusahaan bisa memberikan bantuan di suatu daerah dengan memberikan BBM yang sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kita kemarin dampak banjir kita bisa mengetahui pelanggan kita yang beli BBM Premium terkena dampak banjir kita kasih cash back 30 liter," jelas dia.
