Kumparan Logo

Kunjungan Prabowo ke China Hasilkan Kontrak Bisnis hingga USD 10 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertemuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing, Cina. Foto: Instagram/ @bahlillahadalia
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing, Cina. Foto: Instagram/ @bahlillahadalia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri China, Li Qiang, di Beijing pada akhir pekan lalu, menekankan pentingnya memperkuat kemitraan antar kedua negara.

"Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan kontrak bisnis bernilai lebih dari USD 10 miliar antara perusahaan kedua negara, yang diharapkan mendorong pertumbuhan sektor industri di Indonesia," kata Bahlil dalam akun instagramnya, dikutip Senin (11/11).

Bahlil mengatakan Indonesia berencana belajar dari keberhasilan Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan dan mengirim lebih banyak pelajar untuk studi di Tiongkok.

Pertemuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Li Qiang di Beijing, Cina. Foto: Instagram/ @bahlillahadalia

"Guna meningkatkan kualitas SDM dan membentuk generasi muda Indonesia yang siap menghadapi tantangan global," katanya.

Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke China selama 8-11 November 2024. Bahlil meneken sejumlah kemitraan bersama Pemerintah China.

Disaksikan Prabowo dan Presiden China Xi Jinping, Bahlil menandatangani nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Mineral Hijau dengan HE Wang Wentao, Menteri Perdagangan (MOFCOM) dan MoU Kerja Sama Sumber Daya Mineral dengan HE Zheng Shanjie, Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).

instagram embed