Kumparan Logo

Kursi Premium Wimbledon Jadi Buruan Investor Global, Harganya Tembus Rp 8,9 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iga Swiatek, Juara Wimbledon 2025. Foto: Stephanie Lecocq/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Iga Swiatek, Juara Wimbledon 2025. Foto: Stephanie Lecocq/REUTERS

Instrumen investasi yang memberikan akses ke kursi eksklusif di Wimbledon kini diperdagangkan lebih dari USD 500.000 atau sekitar Rp 8,93 miliar (kurs Rp 17.859).

Harga debenture (surat utang) Wimbledon sendiri telah melonjak lebih dari tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir. Debenture tersebut merupakan jenis obligasi yang menjamin pemiliknya mendapatkan kursi di Centre Court selama lima tahun mulai 2026.

Menurut Dowgate Capital, broker resmi Wimbledon, debenture itu sempat terjual hingga 380.000 poundsterling atau sekitar USD 510.000 pada April lalu. Harga ini lebih dari tiga kali lipat dibandingkan harga penerbitannya sebesar 116.000 poundsterling pada April 2024 dan hampir dua kali lipat dibandingkan harga perdagangannya tahun lalu.

Permintaan didorong oleh semakin sengitnya rivalitas antara petenis Italia Jannik Sinner dan petenis Spanyol Carlos Alcaraz, serta ekspektasi bahwa ajang olahraga kelas dunia akan terus berkembang menjadi bentuk hiburan mewah.

Selama 18 bulan terakhir, minat beli terhadap debenture Wimbledon dari berbagai belahan dunia tidak pernah berhenti,” kata Kepala Perdagangan Dowgat, Tim Webb, dikutip dari Bloomberg, Rabu (24/6).

Webb menambahkan, permintaan meningkat dari India dan Timur Tengah, meski pembeli terbesar masih berasal dari Amerika Serikat (AS).

Suasana pertandingan Tenis Wimbledon All England Lawn Tennis and Croquet Club di London, Inggris, Selasa (1/7/2025). Foto: Isabel Infantes/Reuters

Bagi All England Lawn Tennis Club, pengelola Wimbledon, debenture merupakan sumber pendanaan yang sangat penting. Instrumen ini telah membantu membiayai pemeliharaan dan perluasan fasilitas sejak pertama kali dijual lebih dari satu abad lalu.

Dana hasil penjualan debenture juga diharapkan membantu mendanai proyek penambahan 39 lapangan tenis baru serta stadion berkapasitas 8.000 kursi. Sebagai imbalannya, pemegang debenture memperoleh kursi premium serta akses ke lounge dan restoran VIP selama turnamen yang akan dimulai Senin depan.

Bagi investor, debenture Wimbledon menjadi aset yang sangat menguntungkan. Hal ini karena debenture merupakan satu-satunya tiket Wimbledon yang dapat diperjualbelikan secara legal, sehingga pemiliknya dapat menjual kursi untuk hari tertentu maupun menjual seluruh debenture.

Dengan harga 380.000 poundsterling untuk debenture lima tahun, pembeli pada dasarnya membayar lebih dari 5.400 poundsterling untuk setiap hari pertandingan, mengingat turnamen berlangsung selama dua pekan.

Kursi Premium yang Sulit Didapat

Sebagian besar penggemar yang ingin menonton Wimbledon harus mengikuti undian tiket publik dengan harga hanya beberapa ratus poundsterling. Mereka yang tidak beruntung atau menginginkan opsi lebih murah biasanya mengantre selama berjam-jam, bahkan semalaman, demi mendapatkan tiket harian untuk lapangan luar.

Namun bagi kalangan kaya, akses bisa dibeli. Saat ini, harga termurah yang ditawarkan Wimbledon Debenture Holders, salah satu platform penjualan kembali, mencapai 2.390 poundsterling untuk dua kursi di No. 1 Court, arena terbesar kedua. Sementara itu, sepasang kursi debenture untuk final tunggal putra di Centre Court diperdagangkan hampir seharga 23.000 poundsterling.

Kate Middleton saat menghadiri Wimbledon 2022. Foto: REUTERS/Hannah Mckay

Akses untuk membeli debenture itu sendiri jauh lebih terbatas. Siapa pun yang memiliki dana cukup memang bisa mengajukan pembelian, tetapi jumlahnya hanya 2.520 unit untuk Centre Court dan 1.250 unit untuk No. 1 Court. Prioritas diberikan kepada pemegang lama yang ingin memperpanjang kepemilikan mereka. Banyak debenture bahkan diwariskan turun-temurun dalam keluarga. Kondisi inilah yang turut menjelaskan mengapa nilai penerbitan terbaru bisa melonjak tiga kali lipat.

“Kecuali Anda sudah memiliki debenture sejak lama, Anda harus membayar premi untuk bisa masuk dalam daftar pemilik,” kata pendiri platform perdagangan debenture Wimbledon Green & Purple, Natasha Bhatia.

“Banyak orang melihat harga penerbitan utama sebesar 116.000 poundsterling dan menganggapnya murah, tetapi Anda tidak bisa membelinya dengan harga itu kecuali sudah berada di dalam sistem,” lanjutnya.

Menurut Bhatia, sebagian pemegang debenture menghadiri sebagian besar pertandingan dan menjual tiket pada hari-hari yang paling diminati untuk menutupi biaya kepemilikan mereka. Menjual debenture juga tidak dikenakan pajak keuntungan modal karena instrumen tersebut disusun sebagai jenis obligasi korporasi.

Sementara itu, pasar penjualan kembali sempat melemah setelah Carlos Alcaraz memutuskan mundur dari Wimbledon tahun ini akibat cedera pergelangan tangan.

Kate Middleton dan Meghan Markle di Turnamen Wimbledon 2019. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths

“Orang-orang yang berspekulasi membeli tiket semifinal atau final tunggal putra dengan harapan menyaksikan Alcaraz dan Sinner tentu kecewa,” kata perwakilan Wimbledon Debenture Owners, Terry.

Ketidakpastian perjalanan akibat perang Iran juga turut menekan penjualan. Adapun daya tarik Wimbledon tidak hanya terletak pada pertandingan tenisnya, tetapi juga tradisi yang menyertainya.

“Ada begitu banyak hal unik yang menjadi ciri khas Wimbledon dan tidak dimiliki turnamen Grand Slam lainnya,” kata Terry.

Ia mencontohkan seperti lapangan rumput khas Wimbledon, aturan pakaian serba putih bagi para pemain, serta tradisi menyantap stroberi dan krim. Kursi yang paling diburu bahkan berada di dekat Royal Box, area khusus yang biasa ditempati anggota keluarga kerajaan Inggris dan berbagai selebritas.

Meski harga debenture terus melonjak ke level yang sangat tinggi, Bhatia menilai Wimbledon tetap mempertahankan pesonanya. “US Open dan Australian Open jauh lebih komersial,” tuturnya.

instagram embed