Laba AKR Corporindo Naik 18% ke Rp 1,18 T, Fokus Ekspansi BBM & Kimia Dasar
·waktu baca 3 menit

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat kinerja keuangan positif pada semester I 2025. Laba bersih tumbuh 18 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 1,18 triliun.
Head of Investor Relations AKRA, Ignatius Teguh Prayoga, menjelaskan kinerja tersebut menunjukkan fundamental keuangan yang sehat.
"ROI (Return on Investment) tercatat sebesar 20 persen dengan net gearing (rasio utang bersih terhadap ekuitas) rendah di level 0,6 kali. Ini menunjukkan neraca keuangan yang sehat,” ujar Ignatius saat Public Expose secara daring, Selasa (9/9).
Dalam paparannya, AKRA mencatat pendapatan bruto naik 23 persen menjadi Rp 1,95 triliun, sedangkan EBITDA mencapai Rp 1,77 triliun. Return on Equity (ROE) berada di level 20 persen, mencerminkan profitabilitas yang terjaga.
Perseroan juga membukukan posisi kas Rp 4,04 triliun atau setara 13 persen dari total aset. Peningkatan kinerja ini didukung oleh kenaikan pendapatan dari beberapa segmen utama. Penjualan lahan di kawasan industri tumbuh 5,5 persen menjadi Rp 537 miliar, sementara pendapatan utilitas melonjak signifikan hingga 315 persen menjadi Rp 311 miliar.
Dari sisi distribusi, pendapatan segmen perdagangan dan distribusi (T&D) meningkat 28,7 persen secara tahunan. Kontribusi terbesar laba bruto masih berasal dari perdagangan & distribusi sebesar 74 persen, diikuti kawasan industri sebesar 19 persen, serta logistik pihak ketiga dan manufaktur 7 persen.
Total aset perusahaan per akhir Juni 2025 mencapai Rp 33,1 triliun, meningkat dibandingkan Rp 30,25 triliun di 2023. Dari komposisi aset, kawasan industri memberi kontribusi 24 persen terhadap total aset, sementara kas menyumbang 13 persen.
Ekspansi Rantai Pasokan BBM
Sejalan dengan kinerja keuangan, AKRA menyiapkan ekspansi rantai pasok BBM dan bahan kimia dasar. Infrastruktur distribusi menjadi fokus perusahaan pada 2025.
“Jaringan perdagangan dan distribusi AKR dirancang untuk memasok kebutuhan industri Indonesia akan BBM dan bahan kimia dasar secara andal, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan ketahanan bisnis,” tutur Direktur & Sekretaris Perusahaan AKRA, Suresh Vembu.
Saat ini, AKRA mengoperasikan terminal tangki BBM dan bahan kimia dasar berkapasitas 904.400 kiloliter di 19 pelabuhan laut dan sungai utama. Distribusi oleh 14 kapal milik sendiri dan lebih dari 250 truk tangki, yang dipantau sistem digital Control Tower 24 jam.
Selain itu, AKRA mengelola lebih dari 100 SPBU bermerek AKR untuk BBM subsidi, serta 70 SPBU bp-AKR untuk BBM nonsubsidi. Melalui usaha patungan Airbp-AKR, perusahaan juga memasok avtur ke sejumlah bandara, termasuk Morowali dan Cibubur.
Perluasan fasilitas distribusi AKRA diarahkan ke kawasan industri strategis, termasuk di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus penyumbang pendapatan berulang.
“Dengan menawarkan insentif fiskal maupun nonfiskal, perizinan yang lebih sederhana, serta utilitas berstandar internasional, JIIPE telah menjadi destinasi pilihan bagi investasi asing langsung (FDI) maupun investor domestik,” ungkap Suresh.
