Kumparan Logo

Laba Astra Agro (AALI) Naik Jadi Rp 1,09 Triliun hingga Semester I 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas panen di perkebunan kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi dan PT Agro Menara Rachmat (PT GSIIP-AMR) yang merupakan anak usaha Astra Agro Lestari di Kalimantan Tengah pada Kamis (30/7/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas panen di perkebunan kelapa sawit PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi dan PT Agro Menara Rachmat (PT GSIIP-AMR) yang merupakan anak usaha Astra Agro Lestari di Kalimantan Tengah pada Kamis (30/7/2026). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,09 triliun pada semester I 2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 702,12 miliar.

Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar (basic earnings per share/EPS) meningkat menjadi Rp 570,94 per saham dari Rp 364,80 per saham pada semester I 2025.

Dari sisi operasional, pendapatan bersih perseroan tumbuh 5,62 persen secara tahunan menjadi Rp 15,25 triliun, dibandingkan Rp 14,44 triliun pada semester I 2025.

Kenaikan pendapatan diikuti dengan peningkatan laba bruto menjadi Rp 2,52 triliun dari Rp 2,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi beban, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 682,88 miliar dari Rp 948,58 miliar. Sementara beban penjualan naik tipis menjadi Rp 274,41 miliar dari Rp 264,03 miliar.

Perseroan juga membukukan keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp 89,25 miliar, berbalik dari kerugian selisih kurs bersih Rp 11,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

video story embed

Lebih lanjut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi Rp 1,52 triliun dari Rp 989,71 miliar pada semester I 2025. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 380,06 miliar, laba tahun berjalan tercatat Rp 1,14 triliun, naik dari Rp 727,09 miliar pada semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset Astra Agro per 30 Juni 2026 mencapai Rp 28,85 triliun, meningkat dari Rp 27,04 triliun pada akhir 2025.

Kenaikan aset terutama ditopang oleh lonjakan kas dan setara kas yang naik menjadi Rp 5,14 triliun dari Rp 2,75 triliun. Sementara, total liabilitas meningkat jadi Rp 4,24 triliun dari Rp 2,88 triliun pada akhir 2025.

Total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 24,60 triliun dibandingkan Rp 24,15 triliun pada 31 Desember 2025. Dari laporannya, Astra Agro membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 3,34 triliun, sementara kas dan setara kas pada akhir periode mencapai Rp 5,14 triliun.