Kumparan Logo

Laba Bersih Antam (ANTM) Rp 3,07 Triliun di 2023, Turun 19,45 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Antam. Foto: Antam
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Antam. Foto: Antam

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencetak laba bersih senilai Rp 3,07 triliun pada tahun 2023, anjlok 19,45 persen dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 3,82 triliun.

Sepanjang tahun 2023, Antam mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp 41,04 triliun atau turun 10,63 persen dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 45,93 triliun. Kontribusi dominan berasal dari penjualan bersih domestik yang mencapai Rp 35,37 triliun atau setara 86 persen dari total penjualan bersih Antam.

“Pada tahun 2023, produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 64 persen terhadap total penjualan Antam dengan nilai penjualan sebesar Rp 26,12 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (29/3).

Antam dapat menjaga profitabilitas capaian laba kotor senilai Rp 6,31 triliun dan capaian laba usaha tahun 2023 senilai Rp 2,62 triliun. Nilai laba bersih per saham dasar ANTM sebesar Rp 128,07 per saham dasar.

instagram embed

Tercatat sepanjang tahun 2023, total aset perusahaan mencapai Rp 42,85 triliun atau tumbuh 27 persen jika dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 33,64 triliun. Posisi arus kas bersih perusahaan dari aktivitas operasi sebesar Rp 4,36 triliun.

Antam melaporkan total volume produksi logam emas dari tambang perusahaan sebesar 1,21 ton, sementara itu penjualan logam emas pada tahun 2023 mencapai 26,13 ton. Kontribusi penjualan segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) pada tahun 2023 mencapai Rp 12,87 triliun, tumbuh 7 persen yoy dari penjualan tahun 2022 sebesar Rp 12,03 triliun.

Pada tahun 2023, volume produksi feronikel Antam mencapai 21.473 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan produk feronikel mencapai 20.138 TNi. Sedangkan volume produksi bijih nikel konsolidasian Antam mencapai 13,45 juta wet metric ton (wmt), meningkat 56 persen dibandingkan capaian pada tahun 2022 sebesar 8,62 juta wmt

“Kontribusi penjualan segmen bauksit dan alumina dengan proporsi 4 persen terhadap total penjualan Antam dengan nilai penjualan mencapai Rp 1,69 triliun,” ujar Faisal.

Volume penjualan bauksit pada tahun 2023 tercatat sebesar 1,50 juta wmt, meningkat 21 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 1,24 juta wmt. Sedangkan volume produksi produk alumina pada tahun 2023 mencapai 160.940 ton alumina, tumbuh 6 persen dari tahun 2022 sebesar 151.565 ton alumina.

Volume penjualan alumina mencapai 146.238 ton alumina, tumbuh 2 persen dibandingkan tahun 2022 sebesar 143.990 ton alumina. Perusahaan terus fokus membangun pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikembangkan bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium dengan kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGAR per tahun.