Kumparan Logo

Laba Bersih Astra Agro Lestari Naik 40% per Juni 2025, Replanting Jadi Prioritas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur AALI Tingning Sukowignjo memberi tanggapan dalam gelaran Astra Media Day di Menara Astra, Selasa (23/9/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur AALI Tingning Sukowignjo memberi tanggapan dalam gelaran Astra Media Day di Menara Astra, Selasa (23/9/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat peningkatan laba bersih pada semester I 2025 sebesar 40 persen menjadi Rp 702 miliar, dari Rp 501 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain laba bersih, AALI juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 78,6 persen pada Semester I 2025 menjadi Rp 14,44 triliun dari Rp 10,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur AALI, Tingning Sukowignjo, mengatakan peningkatan laba bersih didorong oleh kenaikan volume produksi AALI. Peningkatan volume ini disokong oleh upaya AALI untuk menjaga produktivitas dan efisiensi.

Tingning menyoroti aspek keberlanjutan yang dilakukan oleh AALI dalam menjaga produktivitas yaitu upaya merawat kebun, melakukan peremajaan tanaman atau replanting dengan bibit yang berkualitas.

“Kita bicara volume, bicara kondisi saat ini bagaimana kita merawat kebun kita, kemudian di masa yang akan datang bagaimana kita melakukan replanting, dan bagaimana kita menanam dengan bibit yang benar,” tutur Tingning dalam gelaran Astra Media Day, di Menara Astra, Selasa (23/9).

AALI mencatatkan peningkatan replanting sebanyak 14,9 persen dari 2.415 hektare (ha) pada Semester I 2024 menjadi 2.774 ha pada Semester I 2025.

Tingning menuturkan replanting menjadi prioritas AALI tahun ini dengan jatah 74 persen dari total belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk 2025.

“Prioritas perseroan tahun ini tetap untuk replanting. Belanja modal kami 74 persen untuk replanting,” imbuhnya.

Peserta Sesdilu mempelajari bibit sawit di kantor Riset Center Astra Agro Lestari, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sementara realisasi capex pada Semester I 2025 sebesar Rp 250 miliar atau turun dari 34 persen dari realisasi capex periode yang sama tahun lalu Rp 379 miliar.

Dalam paparan Tingning dijelaskan, AALI juga mencatatkan peningkatan secara operasional, mulai dari total Tandan Buah Segar (TBS) Olah yang meningkat 13,6 persen pada semester I 2025 menjadi 3,13 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2,76 juta ton.

Selain itu produksi Crude Palm Oil (CPO) juga meningkat 14,1 persen dari 527 ribu ton pada Semester I 2024 menjadi 601 ribu ton pada Semester I 2025.

Selanjutnya produksi kernel yang meningkat 12,7 persen pada Semester I 2025 jadi 125 ribu ton dari 111 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jadi pada tahun ini kita juga terus menjaga productivity, kemudian efisiensi, sehingga kita bisa berusaha untuk memberikan hasil yang terbaik juga,” jelasnya.

Selain didorong oleh perawatan kebun dan replanting, peningkatan kinerja AALI juga didorong oleh kontrol dan kendali biaya yang dilakukan secara kontinu atau konsisten.

Tingning melihat langkah ini merupakan salah satu bentuk operational excellence yang dilakukan oleh AALI. Terlebih saat ini dengan luasan kebun yang tersebar dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain, AALI memiliki sekitar 30 ribu karyawan.

“Sehingga kita memang perlu sekali melakukan pengendalian biaya secara cermat. Bagaimana kita melakukan konsistensi review, pengamatan atau cek per satu site sehingga secara cost itu kita terkontrol juga. Demikian juga pada saat kita belanja,” jelasnya.

Per Juni 2025, AALI memiliki total area tanam seluas 284,83 ribu ha dengan total kapasitas pabrik kelapa sawit 1.570 tempat pengumpulan hasil (tph) sebanyak 32 unit.

Kemudian total kapasitas penyulingan CPO 3.000 ton per day (TPD) sebanyak 2 unit dan total kapasitas pabrik pencampuran pupuk 570 TPD sebanyak 2 unit.