Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp 26,55 Triliun di Semester I 2024
·waktu baca 2 menit

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 26,55 triliun pada semester I 2024. Nilai tesebut tumbuh 5,23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan Bank Mandiri, pencapaian laba bersih ini diiringi dengan perolehan penyaluran kredit sebesar Rp 1.532 triliun, naik 20,46 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Perseroan juga berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.651 triliun hingga paruh pertama 2024. Angka ini meningkat 15,45 secara yoy.
Bank pelat merah ini juga berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp 2.258 triliun hingga Juni 2024. Nilai tersebut naik 14,96 persen secara yoy. Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih terjaga di angka 1,16 persen, dan NPL coverage 292,63 persen.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) mencapai Rp 49,08 triliun, naik 3,75 persen yoy. Sedangkan margin bunga bersih atau Net Interest Income (NIM) tercatat turun 38 basis poin (bps) dari 5,30 persen ke 4,92 persen.
Lebih lanjut, Bank Mandiri juga berhasil mencatatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income secara konsolidasi sebesar Rp 10,77 triliun hingga Juni 2024. Nilai ini meningkat 14,37 persen yoy.
Bank Mandiri juga memiliki rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang cukup tinggi sehingga mampu menekan beban bunga. Adapun CASA Bank Mandiri tercatat sebesar 75,01 persen hingga semester I 2024.
Kemudian untuk tingkat pengembalian aset atau Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 3,58 persen dari 3,72 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat pengembalian ekuitas atau Return on Equity (ROE) tumbuh 285 bps menjadi 24,39 persen dari 25,78 persen.
