Kumparan Logo

Laba Bersih BCA Rp 29,5 T per Semester I, Penyaluran Kredit Tembus Rp 1.000 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung BCA.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Gedung BCA. Foto: Shutterstock

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun pada semester I 2026. Capaian ini naik 1,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 29 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan perseroan menjaga penyaluran kredit secara pruden ke berbagai sektor, sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional.

“BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik,” kata Hendra dalam konferensi pers Kinerja BCA Kuartal II 2026 secara daring, Selasa (28/7).

Ia menyatakan, total kredit BCA tumbuh menjadi Rp 1.036 triliun, naik 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasi tersebut menjadi capaian baru bagi perseroan karena untuk pertama kalinya nilai penyaluran kredit menembus Rp 1.000 triliun.

Dari sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) meningkat 10,2 persen yoy menjadi Rp 1.082 triliun, sehingga total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9 persen yoy menjadi Rp 1.284 triliun. Porsi CASA tercatat mencapai 84,3 persen dari total DPK, dengan biaya dana tetap terjaga.

Pertumbuhan kredit ditopang pembiayaan produktif yang naik 11 persen yoy menjadi Rp 802 triliun, terdiri dari kredit korporasi yang tumbuh 13,6 persen yoy menjadi Rp 513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM yang meningkat 6,6 persen yoy menjadi Rp 288,5 triliun. Di sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) masing-masing terjaga di level 4,9 persen dan 1,9 persen.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong membuka acara BCA Expoversary 2026 pada Kamis (5/2/2026) di ICE BSD, Tangerang. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Hendra melanjutkan, pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan atau green financing sebesar 19 persen yoy menjadi Rp 123 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong pembiayaan sektor energi terbarukan yang melonjak 82 persen yoy menjadi Rp 7,7 triliun, serta kredit kendaraan bermotor listrik yang meningkat 25 persen yoy menjadi Rp 4 triliun.

Hendra pun mengatakan kinerja perseroan pada paruh pertama 2026 juga ditopang oleh penyelenggaraan BCA Expoversary 2026 serta penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” tutur Hendra.