Laba Bersih Elnusa (ELSA) Naik 29 Persen Jadi Rp 435 Miliar pada Semester I 2026

PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat pertumbuhan laba bersih pada semester I 2026 mencapai Rp 435 miliar atau naik 29,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian itu didukung oleh pendapatan usaha Elnusa yang capai Rp 7,58 triliun atau tumbuh 8,9 persen secara tahunan. Sementara, EBITDA mencapai Rp 862 miliar, meningkat 16,2 persen. Pertumbuhan profitabilitas turut mendorong Net Profit Margin (NPM) menjadi 5,73 persen.
Selain itu, kinerja Elnusa ditopang arus kas dari aktivitas operasi senilai Rp 761 miliar, naik 16 persen, dan posisi kas mencapai Rp 2,88 triliun. Perseroan juga mempertahankan peringkat korporasi idAA+ dari PEFINDO.
Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk, Nelwin Aldriansyah, mengatakan bakal memperkuat posisi perseroan sebagai strategic enabler dan efficiency partner lewat kapabilitas terintegrasi dari hulu hingga distribusi dan logistik energi.
“Dengan operational excellence sebagai fondasi, kami terus meningkatkan produktivitas aset, memperkuat teknologi dan inovasi, serta mengoptimalkan sinergi untuk menghadirkan solusi yang semakin efisien dan kompetitif,” ujar Nelwin, dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).
Dari sisi kontrak, hingga akhir Semester I 2026 Elnusa membukukan carry forward contracts senilai Rp 18,8 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp 9,5 triliun dari Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Rp 2,3 triliun dari Jasa Penunjang Migas, dan Rp 7 triliun dari Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi.
Elnusa juga mencatat 22 persen pendapatan semester I 2026 berasal dari pelanggan pihak ketiga. Perseroan terus mengembangkan teknologi dan inovasi, termasuk teknologi akuisisi seismik Stryde, Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), layanan geospasial Pertapixel, hingga Road Traffic Control (RTC).
Untuk menjaga pertumbuhan, Elnusa menjalankan investasi antara lain untuk peningkatan kapabilitas upstream, Coiled Tubing Unit, Cementing Unit, armada distribusi, infrastruktur TLPG Kolaka, serta menjaga kapasitas dan produktivitas aset.
“Dengan fundamental yang solid, portofolio kontrak yang kuat dan kapabilitas terintegrasi, kami melihat ruang untuk terus tumbuh secara sehat dan kompetitif, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas industri serta ketahanan energi nasional,” tutur Nelwin.
