Laba Bersih MNC Group Milik Hary Tanoesoedibjo (MNCN) Turun 38% Jadi Rp 830 M
·waktu baca 3 menit

Perusahaan media milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan pendapatan sebesar Rp 4,44 triliun di semester I 2023. Angka tersebut turun 16 persen dari semester I 2022 yang sebesar Rp 5,27 triliun.
Manajemen mengungkapkan, penurunan ini disebabkan oleh dampak berkelanjutan dari implementasi analog switch-off (ASO) di Indonesia dan belanja iklan yang melunak sepanjang enam bulan ini.
Tercatat, pendapatan iklan MNC Grup ini juga turun 18 persen (yoy) di semester I 2022 menjadi Rp 3,88 triliun.
“Penurunan pendapatan iklan terutama disebabkan oleh penurunan iklan non-digital selama periode ini. Namun, Perseroan masih memimpin pangsa pasar belanja iklan FTA (free to air) dengan 46,1 persen,” tulis perusahaan seperti dikutip, Rabu (2/8).
Kemudian pendapatan digital MNCN tumbuh mini hanya 1 persen (yoy) di semester I 2023 menjadi Rp 1,35 triliun. Hal ini ditopang kinerja platform digitalnya, termasuk AVOD superapp RCTI+, portal online di bawah naungan iNews Media Group, dan monetisasi platform media sosial yang berkelanjutan.
Sementara pendapatan non digital turun 26 persen (yoy) menjadi Rp 2,53 miliar di semester I 2023.
“Meskipun terjadi penurunan, Perseroan tetap mempertahankan posisi nya sebagai pemimpin industri melalui kinerja yang kuat dalam program TV dan pemanfaatan iklan kreatif yang efektif, terutama pada program-program spesial in-house,” tambah manajemen.
Selama paruh semester pertama tahun 2023, pendapatan berlangganan menurun sebesar 5 persen yoy, menjadi Rp249 miliar. Meski mengalami penurunan, jumlah pelanggan meningkat menjadi 2,5 juta. Penurunan pendapatan dapat dikaitkan dengan promosi harga, untuk tetap kompetitif di industri OTT.
Dengan penurunan pendapatan ini, laba bersih MNC Group in juga turun hingga 38 persen di semester I 2023 menjadi Rp 830 miliar dari perolehan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp 1,34 triliun.
Atas hal tersebut Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, dirinya masih optimis pada industri media ke depan.
“Terlepas dari tekanan pada industri TV FTA, kami berhasil memberikan konten dengan kualitas terbaik untuk pemirsa di seluruh negeri. Ini dapat dilihat dalam pangsa pemirsa dan kue iklan yang sudah kami dominasi sebesar 46,1 persen,” terangnya.
“Kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa analog switch off berdampak besar pada stasiun TV kami, namun kami telah berhasil mendapatkan banyak kesepakatan dan kemitraan, serta merambah ke bisnis hiburan seperti konser, game, dan banyak usaha menarik lainnya untuk mempertahankan keberhasilan dan menghasilkan lebih banyak pertumbuhan bagi Perseroan. Kami yakin dengan upaya kami dan tidak sabar untuk melihat lebih banyak hasil-hasil positif di masa depan,” tambah Hary.
