Laba Bersih PT Vale Indonesia Sentuh USD 27,2 Juta pada Kuartal III 2025
·waktu baca 2 menit

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih mencapai USD 27,2 juta atau setara Rp 452 miliar (asumsi kurs Rp 16.617 per Dolar AS) pada kuartal III 2025, melonjak dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya USD 3,5 juta atau sekitar Rp 58 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan Vale Indonesia mencapai USD 278,6 juta atau sekitar Rp 4,63 triliun pada periode Juli-September 2025, naik 27 persen dari kuartal II 2025 sebesar USD 220,2 juta. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan nikel matte, serta kontribusi awal dari penjualan bijih nikel saprolit Bahodopi.
Untuk sembilan bulan pertama tahun ini, total pendapatan Vale Indonesia mencapai USD 705,4 juta atau sekitar Rp 11,72 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai USD 708,6 juta.
Sementara itu, laba bersih sepanjang Januari-September 2025 tercatat USD 52,4 juta, sedikit lebih tinggi dari USD 51,1 juta atau sekitar Rp 849 miliar pada tahun lalu.
"Kami tetap fokus pada keunggulan operasional, keselamatan, dan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan Indonesia," kata Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10).
Dari sisi profitabilitas, EBITDA Vale Indonesia tercatat USD 74,6 juta atau sekitar Rp 1,24 triliun, melonjak dari USD 40 juta pada kuartal sebelumnya.
Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale Indonesia, Rizky Putra, menyebut hasil keuangan perseroan pada triwulan ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang didorong oleh produksi yang lebih tinggi, peningkatan nilai jual nikel, dan pengendalian biaya yang disiplin.
Perseroan juga mencatat penurunan biaya kas per unit penjualan nikel matte menjadi USD 9.304 per ton, dibandingkan USD 9.384 per ton pada kuartal sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh efisiensi energi dan optimalisasi pengadaan bahan bakar.
Secara operasional, produksi nikel dalam matte pada kuartal III 2025 mencapai 19.391 metrik ton, naik 4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Total produksi sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 54.975 metrik ton, meningkat 4 persen secara tahunan.
Vale Indonesia juga mencatat kas dan setara kas sebesar USD 496,3 juta per 30 September 2025, dengan belanja modal (capex) mencapai USD 331,4 juta. Peningkatan investasi ini terutama digunakan untuk percepatan proyek Bahodopi dan Pomalaa.
