Kumparan Logo

Laba Bersih PTBA Rp 833 Miliar Sepanjang Semester I 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bukit Asam di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bukit Asam di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih Rp 833,04 miliar sepanjang semester I 2025. Nilai tersebut merosot 59 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2024 sekitar Rp 2,03 triliun.

Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 20,45 triliun sepanjang semester I 2025, atau naik 4 persen dari Rp 19,64 triliun pada semester I 2024.

Direktur Keuangan PTBA Una Lindasari mengatakan, meski kondisi pasar menantang, perusahaan tetap menjaga kinerja operasional.

“Ke depan, PTBA akan terus mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja aset, serta memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan,” jelas Una dalam keterangan resminya, Kamis (11/9).

Selain itu, volume produksi batu bara PTBA mencapai 21,73 juta ton sepanjang semester I 2025, naik 16 persen dibandingkan 18,76 juta ton pada semester I 2024.

Total penjualan periode Januari-Juni 2025 juga tumbuh 8 persen menjadi 21,62 juta ton dari 20,05 juta ton tahun lalu.

Penjualan domestik menyumbang 54 persen, sementara ekspor 46 persen dengan tujuan ke Bangladesh, India, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Meski permintaan dari Tiongkok menurun, PTBA tetap menjaga kinerja dengan memperluas pasar ekspor ke kawasan lain.

PTBA juga tengah menggarap bisnis energi baru terbarukan. Pada 17 Juni 2025, melalui anak usaha PT Bukit Energi Investama (BEI), perusahaan meresmikan PLTS berkapasitas 303,1 kWp di Kawasan Industri Cilegon. Dengan tambahan ini, kapasitas terpasang PLTS PTBA kini mencapai 1 megawatt-peak (MWp).

Di sisi hilirisasi, PTBA bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan alat produksi kalium humat pada 21 Agustus 2025. Produk turunan dari batu bara berkalori rendah itu digunakan sebagai pembenah tanah dan pupuk hayati.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menegaskan komitmen perusahaan dalam hilirisasi. “Kalium humat adalah bukti persembahan kami bagi negeri untuk menghadirkan energi tanpa henti,” ujarnya.

instagram embed