Kumparan Logo

Laba Bersih Sampoerna Kuartal III 2022 Turun 11,7 Persen Imbas Cukai Rokok Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Foto: Siswowidodo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Foto: Siswowidodo/ANTARA FOTO

Laba bersih PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun sebesar 11,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy), menjadi Rp 4,9 triliun selama periode sembilan bulan terakhir hingga kuartal III 2022.

Presiden Direktur Sampoerna, Vassilis Gkatzelis, mengatakan Sampoerna sedang menghadapi dinamika yang sangat menantang, utamanya didorong oleh kenaikan cukai rokok yang tinggi dan jauh di atas angka inflasi.

Selain itu, ditambah membesarnya jarak tarif cukai antar golongan, khususnya pada segmen sigaret kretek mesin (SKM) Golongan 2 dengan tarif cukai 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan Golongan 1, termasuk di dalamnya HMSP.

"Sampoerna mencatat laba bersih sebesar Rp 4,9 triliun hingga kuartal III 2022 atau turun 11,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Vasilis saat paparan publik, Selasa (1/11).

Vassilis menilai, penurunan laba bersih HMSP disebabkan karena Perseroan tidak dapat meneruskan sepenuhnya beban cukai rokok yang meningkat kepada konsumen.

Dia menjelaskan, kenaikan cukai rokok dan melebarnya jarak tarif cukai rokok antar Golongan 1, 2, dan 3 mengakibatkan pangsa pasar dan volume penjualan produk di Golongan 1 mengalami penurunan signifikan sejak tahun 2019.

Hal ini berbanding terbalik dengan meningkatnya pangsa pasar untuk produk dengan cukai dan harga lebih rendah (Golongan 2 dan 3), dari 20 persen di tahun 2019 menjadi 36 persen pada kuartal III tahun 2022.

"Faktor‐faktor tersebut, ditambah dengan melemahnya daya beli perokok dewasa sebagai dampak dari pandemi, telah menyebabkan percepatan tren downtrading di mana perokok dewasa beralih ke produk dengan cukai dan harga yang lebih rendah,” kata Vassilis.

Kondisi ini, menurut Vassilis, berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan, di mana laba bersih HMSP terus mengalami penurunan selama 3 tahun terakhir.

"Mempertimbangkan arah kebijakan cukai dan percepatan tren downtrading selama tiga tahun terakhir, maka intervensi arah kebijakan cukai berperan sangat penting guna mencapai tujuan pemulihan ekonomi, kesehatan masyarakat, serapan tenaga kerja, dan penerimaan negara," jelasnya.

Meski demikian, HMSP berhasil mencetak kenaikan pendapatan dalam 9 bulan terakhir hingga kuartal III 2022. Hal ini diiringi kenaikan harga 8 persen hingga September 2022, memberikan kontribusi terhadap penjualan bersih hingga Rp 83,4 triliun, atau tumbuh sebesar 15 persen (yoy).

Vassilis menyebutkan, HMSP mencatat pangsa pasar sebesar 28 persen sampai akhir kuartal III 2022 (ytd) dengan total volume penjualan 65,6 miliar batang. Pencapaian ini ditunjang oleh portofolio kelompok merek Sampoerna A mencapai volume penjualan 29,3 miliar batang, atau 12,5 persen pangsa pasar.

Kedua, rokok merk Dji Sam Soe memperoleh kenaikan volume sebesar 10,7 persen, serta mengalami peningkatan pangsa pasar sebesar 0,2 basis poin pada periode 9 bulan terakhir, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dia menambahkan, volume penjualan Marlboro juga tumbuh 10,5 persen atau pangsa pasar meningkat sebesar 0,1 basis poin menjadi 4,1 persen pada periode 11 bulan terakhir.

Selain itu, Sampoerna terus memperkuat jaringan penjualan di seluruh Indonesia, termasuk meningkatkan akses digitalisasi melalui ekosistem Sampoerna Retail Community (SRC) yang mencakup sekitar 200 ribu peritel tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia.