Kumparan Logo

Laba Usaha PTBA Anjlok 59 Persen Jadi Rp 1,6 T hingga Kuartal III 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kendaraan listrik untuk tambang yang dipakai PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok. PTBA
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan listrik untuk tambang yang dipakai PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: Dok. PTBA

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penurunan laba usaha signifikan sebesar 59 persen menjadi Rp 1,60 triliun hingga kuartal III 2025, dibandingkan Rp 3,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meski volume produksi dan penjualan batu bara meningkat.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menjelaskan beban pokok pendapatan naik 11 persen menjadi Rp 27,76 triliun seiring peningkatan aktivitas operasional dan kenaikan harga bahan bakar imbas penerapan biodiesel B40. Kenaikan ini turut menekan margin keuntungan perusahaan.

“PTBA berhasil menjaga kinerja operasional tetap solid melalui efisiensi biaya dan optimalisasi pasar domestik, meski harga batu bara global masih menurun sepanjang 2025,” ujar Arsal dalam keterangannya, Kamis (30/10).

Pendapatan usaha tercatat naik tipis 2 persen menjadi Rp 31,33 triliun dari Rp 30,65 triliun tahun sebelumnya. Namun laba kotor turun 36 persen menjadi Rp 3,56 triliun, sementara EBITDA turun 37 persen menjadi Rp 3,55 triliun dengan margin 11 persen. Laba per saham juga turun 57 persen menjadi Rp 121 dari Rp 281.

Dari sisi operasional, PTBA membukukan volume produksi sebesar 35,89 juta ton atau naik 9 persen dibandingkan 32,97 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan naik 8 persen menjadi 33,7 juta ton, dengan penjualan domestik tumbuh 11 persen dan ekspor naik 4 persen.

“Peningkatan volume operasional turut mendorong kenaikan belanja modal untuk mendukung proyek logistik dan keberlanjutan produksi,” tambah Arsal.

Hingga September 2025, total aset PTBA mencapai Rp 42,83 triliun, naik 3 persen dibandingkan akhir 2024. Total liabilitas meningkat 15 persen menjadi Rp 22,06 triliun, sementara ekuitas turun 8 persen menjadi Rp 20,77 triliun.

instagram embed