Laba Xiaomi Kuartal I 2026 Anjlok Imbas Krisis Memori Global
ยทwaktu baca 3 menit

Keuntungan kuartalan Xiaomi anjlok lebih parah dari perkiraan setelah lonjakan tajam harga memori memukul bisnis smartphone perusahaan asal China tersebut.
Mengutip Reuters, laba bersih pada tiga bulan pertama 2026 terjun 57 persen menjadi 4,72 miliar yuan (sekitar Rp10,6 triliun). Sementara itu, pendapatan perseroan turun 11 persen sepanjang kuartalan pertama menjadi 99 miliar yuan.
Perusahaan mengumumkan pada Selasa 26 Mei 2026, bahwa mereka akan membeli kembali sahamnya sendiri hingga senilai HKD 20 miliar dalam 12 bulan ke depan.
Xiaomi yang berbasis di Beijing menjadi korban terbesar di antara produsen smartphone papan dunia saat kondisi krisis chip memori global yang sedang berlangsung.
Para pemasok utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix memprioritaskan produksi memori canggih untuk pusat data AI, sehingga memicu kelangkaan produk memori konvensional dan melejitkan biaya produksi.
"Di sisi lain, langkah pendiri Lei Jun masuk ke bisnis kendaraan listrik di tengah persaingan otomotif China yang sangat ketat menjadi beban tambahan bagi kinerja keuangan Xiaomi," tulis laporan Reuters.
Lonjakan tajam biaya memori kemungkinan akan terus menekan margin keuntungan dan volume penjualan smartphone.
Selain itu, semakin sulit bagi Xiaomi untuk membedakan diri di pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif, demikian menurut analis Jefferies dalam catatan riset mereka pada Senin.
Pengiriman smartphone global Xiaomi turun 19 persen pada kuartal pertama tahun ini di tengah penurunan pasar yang lebih luas sebesar 2,9 persen, karena perusahaan secara strategis memangkas volume perangkat kelas bawah untuk mengimbangi kenaikan biaya memori, menurut lembaga riset pasar IDC.
"Penurunan pada kuartal Maret ini hanyalah pertanda awal dari apa yang menanti di 2026," tulis riset IDC, seraya memperingatkan penurunan pengiriman lebih lanjut dan tekanan yang semakin besar bagi perusahaan seperti Xiaomi yang memiliki eksposur besar di segmen pasar kelas bawah.
Kendaraan Listrik
Xiaomi masuk ke sektor kendaraan listrik China pada saat merek-merek domestik tengah terlibat dalam perang harga yang sengit. Sejak mengumumkan langkah tersebut pada 2024, Xiaomi telah mengantarkan lebih dari 600.000 unit mobil.
Lei telah menetapkan target pengiriman 550.000 unit mobil tahun ini, dan perusahaan juga berencana menjual mobil di Eropa tahun depan.
Xiaomi memperluas lini kendaraan listriknya pekan lalu dengan meluncurkan versi performa dari SUV YU7 dan memperkenalkan varian entry level yang lebih murah untuk bersaing lebih baik melawan Tesla Model Y.
Para analis merespons positif produk-produk baru tersebut, dengan memperkirakan harga dan fitur yang menarik akan mendongkrak penjualan.
Namun prospek bisnis kendaraan listrik juga suram seiring pasar EV China yang terdampak pengurangan subsidi dan persaingan yang tetap ketat.
Para produsen otomotif menghadapi tekanan baru tahun ini dari kenaikan biaya chip dan bahan baku baterai, sementara berakhirnya insentif konsumen diperkirakan akan menekan permintaan di China.
Xiaomi tidak mengabaikan AI. Perusahaan merilis pembaruan model AI-nya bernama MiMo awal tahun ini, dengan pengembangan yang dipimpin oleh peneliti Guo Fuli, yang direkrut dari perusahaan di balik model AI terdepan China, DeepSeek.
Xiaomi juga memamerkan robot humanoid kepada para investor pada April lalu dan tengah mengerjakan model AI untuk membuat robotnya lebih mampu menangani tugas-tugas kompleks di dunia nyata.
