Labuan Bajo Kini Punya Tempat Pelelangan Ikan Modern dan Bersih

PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) telah merampungkan proyek pengerjaan Tempat Pelelangan Ikan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan TPI Labuan Bajo dianggap penting untuk menggantikan TPI lama yang dianggap sudah ketinggalan zaman. TPI Labuan Bajo berada di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo.
Adapun Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo merupakan area bisnis terpadu milik pemerintah yang berisi hotel, pelabuhan marina, dan area komersil seperti tenant makanan, minuman, dan souvenir. Beberapa brand yang akan hadir dalam kawasan ini antara lain Starbucks, Bebek Tepi Sawah, Sport Station, dan Miniso.
Peresmian proyek TPI Labuan Bajo dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat. TPI Labuan Bajo diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat untuk melakukan aktivitas jual beli ikan dengan lebih baik, sekaligus membenahi diri agar dapat menjadi destinasi wisata Labuan Bajo.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengungkapkan bahwa TPI Labuan Bajo dibangun pada Maret 2018 lalu dan rampung pada pertengahan November 2018. Rencananya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menyerahkan TPI tersebut pada Pemda Manggarai Barat pada Januari 2019 mendatang.
“TPI Labuan Bajo sudah selesai dibangun, tapi belum diserahkan. Ada 125 lapak yang sudah ada penghuninya, setelah administrasinya selesai, akan segera pindah, harapannya January mendatang udah pada pindah,” kata Ira saat ditemui kumparan pada saat acara Syukuran Tempat Pelelangan Ikan Kampung Ujung, Labuan Bajo, Jumat (30/11).
Dibangun di atas lahan seluas 4.768 meter persegi, TPI Labuan Bajo menyediakan 45 unit kios serta 136 lapak bagi pedagang yang menjual produk kering dan basah. Tak hanya menyediakan lahan untuk berjualan, gedung seluas 2.426 meter persegi itu juga dilengkapi dengan fasilitas parkir untuk 50 unit kendaraan, fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM), toilet, dan musala.

Lokasinya pun dibuat berdekatan dengan dermaga, sehingga akan memudahkan nelayan, warga setempat, maupun wisatawan yang akan berkunjung. Bukan cuma itu, Dermaga TPI Labuan Bajo juga memiliki kapasitas untuk menampung hingga 680 unit kapal-kapal jetty berukuran rata-rata 7 GT (Gross Tone).
Berbeda dengan lapak lamanya yang hanya memiliki luas 4.200 meter persegi. Letaknya pun tidak jauh dari TPI lama. Masih berada di kawasan pusat kota, bangunan TPI Labuan Bajo yang baru hanya berjarak satu kilometer dari gedung lamanya.
Ira menambahkan bahwa setelah masalah administrasi selesai dan TPI baru diserahkan ke Pemda. Nantinya gedung TPI lama yang sudah tidak terpakai akan dirombak dan dijadikan sebagai beach club, pelabuhan marina, dan kamar hotel.
Didominasi dengan warna putih, TPI Labuan Bajo didesain dengan mode bangunan yang lebih modern. Nantinya, TPI akan dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai fresh market sekaligus atraksi wisata bagi para pengunjung Labuan Bajo. Sebab ke depannya, TPI Labuan Bajo juga akan dikembangkan menjadi venue untuk berbagai wisata kuliner, festival ikan, dan berbagai festival Labuan Bajo lainnya.

Untuk itu Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, mengungkapkan agar masyarakat Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo, dapat menjaga TPI baru dan memaksimalkan potensi yang ada. Ia berharap agar para pedagang yang menjadi ujung tombak TPI dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada dan saling menjaga kebersihan, baik diri maupun lingkungan aktivitas yang menjadi tempat mereka berjualan.
“Standar layanannya harus baru, warga harus dapat melayani pengunjung dengan baik. Nanti akan kita adakan pelatihan Bahasa Inggris, yang basic saja, supaya penjual dan pembeli saling mengerti. Untuk harga juga nantinya tidak akan ada tawar-menawar karena sudah ada harganya yang tertera," jelasnya.
Dia juga meminta masalah sampah juga harus diperhatikan, jangan dibuang ke laut. Pedagang juga harus mandi sebelum berjualan.

"Supaya nanti jangan bercampur bau ikan dengan bau ketiak,” kata Viktor sembari bergurau.
Hadirnya TPI Labuan Bajo di gedung yang baru ini memberikan angin segar bagi para warga yang berdagang di kawasan TPI. Pasalnya, bukan cuma bisa memberikan prospek penjualan ikan yang lebih baik tapi juga mengurangi rasa khawatir akan hadirnya kapal-kapal wisatawan yang sandar di Labuan Bajo karena akan lebih mudah untuk diawasi oleh Pemda setempat.
