Lagi Ramai Tawaran Titip Modal Saham & Bisa Cuan 50 Persen per Hari, Mungkin?

Pasar modal Indonesia berada pada zona merah dalam sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan, turun 2,97 persen. Begitu pula dengan data perdagangan lainnya yang mengalami penurunan.
Di tengah IHSG yang melemah, banyak tawaran investasi titip modal bertebaran di media sosial seperti Telegram. Tawaran itu menyasar para investor pemula yang minim pengetahuan soal saham. Dalam salah satu penawaran, ada yang menjanjikan return sampai 50 persen per hari.
Artinya, apabila hari ini menitipkan investasi Rp 5.000.000. Maka keesokan harinya dijanjikan cair Rp 7.500.000. Sekilas tawaran tersebut memang menggiurkan.
Lalu, apakah mungkin bisa return 50 persen per hari padahal IHSG sedang keok?
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, tidak bisa memastikan apakah janji return tersebut bisa didapatkan dalam kondisi saat ini. Meski begitu, ia menegaskan etika pasar modal dalam berinvestasi tidak boleh ada janji return.
“Kalau menurut saya memang kalau investasi tak diperbolehkan janji-janji return, enggak bisa. Sebaiknya jangan,” kata Nafan saat dihubungi kumparan, Minggu (4/4).
Nafan menjelaskan, pasar modal tidak bisa langsung bisa diprediksi. Sebab, market masih menghadapi turbulensi karena berbagai faktor mulai geopolitik, isu-isu yang bersifat kontemporer, hingga dampak pandemi COVID-19.
Untuk itu dibanding menjanjikan return, Nafan menyarankan lebih baik masyarakat diberikan edukasi untuk investasi di pasar modal.
“Kalau kita berikan edukasi sebaiknya saham itu baru boleh. Edukasi saham bisa analis fundamental, teknikal, risk management, begitu itu kan tujuannya agar investor semakin dewasa untuk berinvestasi di pasar modal,” ujar Nafan.
Seperti diketahui, dalam sepekan kemarin, data rata-rata nilai transaksi harian Bursa Saham juga mengalami penurunan sebesar 0,60 persen atau menjadi Rp 10,628 triliun dari Rp 10,692 triliun pada pekan sebelumnya. Selain itu kapitalisasi pasar BEI kini juga tercatat sebesar Rp 7.101,430 triliun. Angka ini turun sebesar 2,85 persen selama sepekan dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada posisi Rp 7.309,902 triliun.
Kemudian, rata-rata frekuensi harian juga turut mengalami penurunan sebesar 8,96 persen menjadi 1.003.634 kali transaksi dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya yang mencatatkan 1.102.435 kali transaksi. Penurunan sebesar 12,51 persen juga terjadi pada data rata-rata volume transaksi harian menjadi 13,695 miliar saham dari 15,653 miliar saham sepekan yang lalu.
Pada Kamis (1/4) kemarin, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,168 triliun. Untuk itu sepanjang 2021, investor asing telah mencatatkan beli bersih sebesar Rp 10,695 triliun.
