Lanjutkan Mimpi BJ Habibie, PTDI Kembangkan Pesawat N219

Masa depan pesawat karya BJ Habibie N250 sudah berakhir sejak dihentikan pengembangannya akibat krisis ekonomi 1998 dan rekomendasi IMF. Bahkan, prototype pesawat baling-baling N250 yang sempat terbang perdana pada 10 Agustus 1995 itu akan dimuseumkan di Yogyakarta.
Mimpi BJ Habibie agar Indonesia memiliki pesawat buatan sendiri untuk melayani dan menyambungkan pulau-pulau sebetulnya tidak pupus. Para insinyur PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) melanjutkan mimpi almarhum BJ Habibie dengan merancang pesawat baling-baling berukuran lebih kecil berkapasitas 19 orang, bernama N219. Pesawat yang digagas PTDI Bersama LAPAN sejak 2009 tersebut saat ini dalam tahap uji terbang sebagai syarat untuk memperoleh sertifikasi tipe, sebelum pesawat diproduksi massal. Proses sertifikasi ditargetkan bisa rampung pada pertengahan tahun 2020.
"Rencana setelah tc (type certificate) di pertengahan tahun ini. Ya kita ke arah persiapan produksi. Mudahan-mudahan kita harus bisa tetap sesuatu schedule," ujar Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Pesawat N219 ditargetkan mulai produksi pada tahun 2021. Tahap awal, PTDI akan memproduksi 2 unit pesawat N219 per tahunnya, kemudian ditingkatkan secara bertahap dari 4 unit, 12 unit hingga 36 unit per tahun di 2024.
Tak hanya bisa mendarat di darat, pesawat N219 juga dikembangkan ke versi amfibi. Pesawat nantinya bisa mendarat di daerah yang belum memiliki landasan udara seperti di atas laut dan sungai.
