Lapangan Gas Blok Duyung Milik Hashim di Natuna Mulai Implementasi FID
·waktu baca 2 menit

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mengumumkan persetujuan final investment decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Duyung, WK Mako, KKKS WNEL (West Natuna Exploration Limited).
Implementasi ini secara resmi ditandai dengan pemukulan Gong oleh Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaiman di kantor SKK Migas. Lapangan Duyung terletak di Lepas Pantai Natuna dengan kedalaman laut lebih kurang 80 meter, Provinsi Kepulauan Riau.
"Momentum ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh, dengan produksi 120 MMSCFD guna mendukung peningkatan pasokan gas nasional," ujar Laode dalam keterangan resminya, Selasa (3/3).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SKK Migas dan seluruh jajaran manajemen SKK Migas, Presdir WNEL Miltos selaku operator, sampai Hashim S. Djojohadikusumo selaku CEO Arsari Group/Presdir Nations Natuna Barat (Pemegang Saham 75 persen dari Blok Mako).
Hadir pula Dirut PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai pembeli gas dan yang membangun pipa WNTS-Pemping Batam beserta Direktur Gas dan BBM Erma, Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) dan jajaran Direksi sebagai penyandang dana, Peter Botten Chairman of Board Conrad Asia Energy, Presdir PDSI Penyedia Rig untuk pengeboran pengembangan lapangan Mako.
Proyek ini menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya gas dari wilayah Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung peningkatan lifting migas Indonesia.
"Kita berharap proyek ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan negara Indonesia, serta menjadi kontribusi nyata dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional," sambungnya.
PSC WK Mako diteken tahun 2007. Discovery Gas tahun 2017; POD-1 tahun 2019; Revisi POD-1 tahun 2022, lalu GSA 2025, FID 2026. Sebelum FID, beberapa perjanjian Tie-in Agreement dengan Medco Natuna & Star Energy Natuna terlebih dahulu diselesaikan, dan saat ini sedang konstruksi pipa dari WNTS ke Pulau Pemping yang akan mengalirkan gas dari lapangan Duyung Mako.
Pipa dibangun oleh PT PLN yang ditugaskan oleh Menteri ESDM. Pipa ini berkapasitas 300 mmscfd sehingga nantinya DMO Gas dari Para KKKS di laut Natuna dapat juga dialirkan ke Batam via pipa ini. Pipa ini akan selesai terbangun Juni 2026, setelah 10 tahun mangkrak.
