Larangan Ekspor CPO Buat Rugi Negara Rp 148,7 Triliun?

10 Agustus 2022 17:21
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara pelepasan ekspor baja PT GRP di Bekasi, Selasa (26/7/2022). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara pelepasan ekspor baja PT GRP di Bekasi, Selasa (26/7/2022). Foto: Narda Margaretha Sinambela/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan imbas dari kesalahan menyelesaikan persoalan minyak goreng di Indonesia membuat negara mengalami kerugian USD 10 miliar atau setara Rp 148,7 triliun (asusmsi kurs Rp 14.870 per dolar AS) dalam periode 5 bulan.
ADVERTISEMENT
Hal itu dikatakan Zulhas dalam kunjungannya ke Padang Sumatera Barat pada Minggu (7/8) lalu. Zulhas tak spesifik menyebut periode 5 bulan tersebut terhitung dari mana, pasalnya kebijakan Kementerian Perdagangan kala itu terus dibongkar pasang.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto juga tidak menyebut secara spesifik periode 5 bulan yang dikatakan Zulhas.
Saat ditanya periode mana yang paling berdampak, dia menjelaskan momen di mana produsen tidak bisa melakukan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.
Mendag Zulhas meninjau tandan buah segar kelapa sawit di pabrik pengolahan kelapa sawit di Lampung, Sabtu (9/7/2022). Foto: Kementerian Perdagangan
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Zulhas meninjau tandan buah segar kelapa sawit di pabrik pengolahan kelapa sawit di Lampung, Sabtu (9/7/2022). Foto: Kementerian Perdagangan
"Yang jelas waktu itu sempat produsen pada enggak ekspor karena ada masalah, tapi sekarang sudah oke," kata Suhanto saat ditemui di Kantor Kemendag, Rabu (10/8).
Larangan ekspor CPO dan produk turunannya tersebut merupakan kebijakan yang dicanangkan Presiden Jokowi. Larangan ekspor CPO tersebut berlaku pada 28 April dan dibuka lagi pada 23 Mei.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pada waktu itu, Jokowi mengatakan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memenuhi kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Sebab saat itu sudah 4 bulan masalah minyak goreng belum diselesaikan.
Zulhas Tak Mau Masalah Minyak Goreng Terulang
Zulhas tidak ingin permasalahan minyak goreng kembali terjadi di Indonesia. Menurutnya, kerugian yang ditanggung negara tersebut disebabkan dari penyelesaian masalah yang kurang tepat.
"Jangan sampai seperti kemarin, kita 5 bulan rugi USD 10 miliar. 5 bulan rugi. Kacau enggak karuan. Jangan terulang lagi, rezeki kok dibuang-buang. Gara-gara salah urus jadi bencana. Kita jangan terulang lagi oleh karena itu kita mesti harus ada kebersamaan," kata Zulhas
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menunjukkan minyak goreng curah yang dikemas warga dengan botol di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Rabu (29/6/2022). Foto: Mendag
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menunjukkan minyak goreng curah yang dikemas warga dengan botol di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Rabu (29/6/2022). Foto: Mendag
Zulhas menjelaskan bagaimana kebijakan yang diambilnya juga memperhatikan kebutuhan para pengusaha. Dia bercerita ketika ada pengusaha mengeluh karena tangki CPO penuh, maka pihaknya membuat kebijakan di mana faktor pengali ekspor saat ini diperbesar.
ADVERTISEMENT
Tak hanya pengusaha, Zulhas juga menekankan komitmennya untuk membantu petani sawit agar harga TBS dapat segera membaik. Dengan percepatan ekspor CPO, dia menargetkan harga TBS petani sawit plasma pada pertengahan Agustus nanti sudah di atas Rp 2.000 per kg.
"Pengusaha juga harus kita dukung, jangan dimusuhi. Susah jadi pengusaha itu. Tapi rakyat harus ditolong, dibela, kalau enggak emak-emak ngamuk, kalau emak-emak ngamuk repot," tuturnya.