Kumparan Logo

Layanan Pinjaman Online Besutan OVO Kantongi Izin OJK

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi promo cashback dari aplikasi pembayaran online Ovo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi promo cashback dari aplikasi pembayaran online Ovo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Layanan pemberi pinjaman secara online atau fintech peer-to-peer lending (P2P) Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera) ​mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini P2P Lending besutan OVO Grup ini resmi ditetapkan sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi berdasarkan SK Anggota Dewan Komisioner OJK No. KEP-19/D.05/2020 tertanggal 19 Mei 2020.

“Kami berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh OJK sehingga Taralite secara resmi telah mendapat izin usaha. Kami sangat menghargai dukungan dan amanah dari OJK kepada kami untuk menyediakan layanan pinjaman khususnya pada sektor UMKM untuk membantu pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia,” ungkap Direktur Utama Taralite, Sharly Rungkat dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (3/6).

Sharly mengatakan di tengah masa-masa sulit seperti sekarang ini, Taralite berkomitmen untuk berinovasi dan bersinergi menghadirkan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sharly pun optimistis platformnya bisa menjangkau pasar yang selama ini tidak terlayani perbankan alias masyarakat ​unbanked dan ​underbanked.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui inovasi layanan yang dihadirkan oleh Taralite dan OVO, konsumen dan pelaku UMKM bisa memperoleh akses ke pinjaman konsumen dan bisnis.

“Layanan pinjaman seperti ini dianggap bermanfaat untuk mengembangkan potensi dan usaha bisnis mereka, termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi serta bisnis di era new normal,” ujar Karaniya

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra. Foto: Selfy Momongan/kumparan

Menurut Karaniya, pesatnya pertumbuhan adopsi keuangan digital, semakin menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan pengguna serta pelaku industri dari berbagai segmen. Untuk itu, guna menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi yang diyakini mampu mendukung kebutuhan usaha mereka dari sisi modal usaha.

“Dengan strategi ekosistem terbuka dan kehandalan teknologi yang dimiliki OVO, Taralite memperluas layanan OVO, tidak hanya sebatas di area pembayaran digital, namun juga menyediakan akses yang mudah dan tanpa batas di area pinjaman bagi jutaan UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia telah mencapai 60 persen serta menyerap 97,22 persen tenaga kerja secara nasional. Namun, kurang dari 15 persen UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan

Untuk itu Sharly berharap, Taralite dan OVO dapat mengatasi kesenjangan penetrasi pembiayaan dengan menyediakan akses ke layanan pinjaman yang aman dan kompetitif.

“Kami yakin peran serta OVO dapat turut serta membantu mewujudkan inklusi keuangan yang merata di Indonesia dan membantu memerangi pandemi dengan memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat luas,” ujar Sharly.

Pada awal 2020, Taralite bersama OVO telah memperkenalkan layanan DanaTara sebagai pengelolaan arus kas dan solusi tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia. Adapun akses pembiayaan online yang diberikan Taralite mencapai Rp 500 juta, dengan status pengajuan yang diproses dalam 1-3 hari kerja dan tenor sampai dengan 12 bulan.

Saat ini, layanan Taralite telah tersedia bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam ​platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan BukaLapak Solusi ini mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha, dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana.

Pinjaman yang disalurkan Taralite mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen dari awal tahun 2020, dan sejauh ini dan telah ada 500.000 pegiat UMKM telah tergabung dalam ekosistem OVO.

Tidak hanya itu, pertengahan tahun 2019 lalu, Taralite dan OVO juga telah meluncurkan layanan PayLater yang merupakan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Dengan terobosan ini, Taralite dan OVO secara langsung melayani 96 persen orang Indonesia yang tidak memiliki akses ke kredit konsumen dalam melakukan transaksi ritel dan memperluas akses kredit ke jutaan orang Indonesia serta mendukung tren pertumbuhan penjualan ritel di Indonesia.