Lebaran 2025 Angkutan Umum Darat Masih Sepi, Tak Ada Lonjakan Penumpang

22 Maret 2025 12:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
ADVERTISEMENT
Menjelang Lebaran 2025, arus mudik mulai terjadi di berbagai wilayah. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pergerakan penumpang di moda transportasi darat umum tahun ini terlihat lebih landai.
ADVERTISEMENT
Organisasi Angkutan Darat (Organda) mencatat, sampai saat ini belum terlihat adanya lonjakan penumpang yang signifikan di terminal-terminal utama.
"Arus mudik tahun 2025 ini (terpantau) sangat landai, tidak ada lonjakan yang berarti seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Ketua Bidang Angkutan Orang DPP Organda Pusat Kurnia Lesani Adnan, yang akrab disapa Sani kepada kumparan Sabtu (22/3).
Sani mencatat per H-9 Lebaran 2025 ini, penumpang arus mudik masih terpantau landai, yang menandakan sampai sekarang masih bisa dibilang relatif sepi.
"Biasanya kenaikan load factor terjadi pada H-4 sampai H-2 lebaran, itu pun juga tidak menunjukkan terjadinya lonjakan," tambah Sani.
Ia juga menjelaskan, biasanya lonjakan load factor hanya sebatas kapasitas bus yang tersedia dengan jadwal seperti hari biasa, di mana tahun-tahun lalu mereka bisa menambahkan kapasitas pemberangkatan bus 40 persen hingga 60 persen.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Organda juga menyayangkan pelaksanaan program mudik gratis Kementerian Perhubungan tahun ini yang dinilai belum melibatkan operator angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).
"Kami sayangkan pelaksanaan mudik gratis Kemenhub yang sama sekali tidak melibatkan kami sebagai operator, padahal tahun-tahun sebelumnya kami selalu dilibatkan," ujar Sani.
Selain itu, Sani juga menyampaikan hasil pemantauan Organda di lapangan menemukan maraknya peredaran stiker ramp check palsu, "Tidak ada sikap yang tegas juga dari Kemenhub terkait hal ini," tambahnya.
Sani menyebut kebijakan pemerintah saat ini mungkin lebih berfokus pada mengakomodir pemudik pengguna kendaraan pribadi, sehingga hal tersebut dirasa berdampak pada minimnya lonjakan arus penumpang di angkutan umum.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan jumlah pemudik tahun 2025 akan mencapai lebih dari 146 juta orang yang menggunakan berbagai moda transportasi, termasuk kendaraan pribadi, bus, kereta api, pesawat, dan kapal laut. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pemerintah telah menyiapkan 30.451 bus, 772 kapal laut, 404 pesawat udara, serta 2.550 unit kereta api.
ADVERTISEMENT