Kumparan Logo

Lebih dari 8.000 Penerbangan di AS Tertunda Imbas Kekurangan Petugas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan berdiri di pos pemeriksaan keamanan menjelang liburan Thanksgiving di Bandara Internasional O'Hare di Chicago, Illinois, AS, Senin (21/11/2022). Foto: Jim Vondruska/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan berdiri di pos pemeriksaan keamanan menjelang liburan Thanksgiving di Bandara Internasional O'Hare di Chicago, Illinois, AS, Senin (21/11/2022). Foto: Jim Vondruska/Reuters

Lebih dari 8.000 penerbangan di seluruh Amerika Serikat tertunda pada Minggu (26/10) karena ketidakhadiran petugas pengatur lalu lintas udara (ATC). Situasi ini terjadi di tengah shutdown pemerintah federal yang telah memasuki hari ke-26.

Mengutip Reuters, Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengatakan Badan Penerbangan Federal (FAA) menghadapi masalah kekurangan staf di 22 lokasi pada Sabtu.

Ia memperingatkan bahwa kekurangan tambahan diperkirakan akan memicu lebih banyak penundaan dan pembatalan penerbangan dalam beberapa hari mendatang.

Menurut FlightAware, situs pelacakan penerbangan, tercatat lebih dari 8.000 penundaan hingga pukul 23.00 ET pada Minggu (04.00 GMT Senin), naik dari sekitar 5.300 sehari sebelumnya. Penundaan penerbangan ini berada di atas rata-rata sejak penutupan pemerintah dimulai 1 Oktober.

Maskapai Southwest (LUV.N) mengalami penundaan terbanyak, yakni 45 persen atau sekitar 2.000 penerbangan. American Airlines (AAL.O) mencatat 1.200 penundaan, hampir sepertiga dari total penerbangannya. Sementara itu, United Airlines (UAL.O) menunda 739 penerbangan (24 persen) dan Delta Air Lines (DAL.N) mengalami 610 penundaan (17 persen).

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan saat kecelakaan pesawat di Bandara Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat, Senin (10/2/2025). Foto: Thomas Machowicz/Reuters

Sekitar 13.000 pengatur lalu lintas udara dan 50.000 petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) tetap bekerja tanpa menerima gaji selama penutupan berlangsung.

Situasi ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana kebuntuan anggaran mulai mengganggu kehidupan warga Amerika.

FAA melaporkan adanya 22 pemicu kekurangan staf pada Sabtu, angka yang disebut Duffy sebagai salah satu yang tertinggi yang pernah kami lihat dalam sistem sejak 1 Oktober.

“Itu tandanya pengendalinya sudah mulai lemah,” kata Duffy dalam program Sunday Morning Futures di Fox News.

FAA juga mengonfirmasi bahwa program penundaan penerbangan darat diberlakukan di Bandara O'Hare Chicago, Bandara Nasional Reagan Washington, dan Bandara Internasional Newark Liberty karena kekurangan staf.

Sebelumnya, Bandara Internasional Los Angeles sempat mengeluarkan penghentian penerbangan serupa sebelum akhirnya dicabut.

Penumpang Southwest Airlines mencari bagasinya di tumpukan koper yang hilang, di Bandara Internasional Chicago Midway di Chicago , Illinois, AS, Selasa (27/12/2022). Foto: Kamil Krzaczynski/REUTERS

Pemerintahan Donald Trump memperingatkan bahwa gangguan penerbangan akan meningkat karena para petugas ATC tidak menerima gaji penuh pertama mereka pada Selasa. Dua minggu lalu mereka masih menerima 90 persen dari gaji reguler, namun pembayaran berikutnya menjadi yang pertama tanpa bayaran penuh sejak awal Oktober.

“Mereka mengambil pekerjaan kedua, mereka di luar sana mencari,” kata Duffy, menggambarkan bagaimana para petugas mulai mencari sumber penghasilan tambahan.

FAA diketahui masih kekurangan sekitar 3.500 pengatur lalu lintas udara dari jumlah ideal. Banyak petugas yang telah bekerja lembur wajib hingga enam hari seminggu bahkan sebelum penutupan dimulai.

Kondisi ini mengingatkan pada penutupan pemerintahan tahun 2019 selama 35 hari, ketika meningkatnya ketidakhadiran petugas ATC dan TSA memperpanjang waktu tunggu di pos pemeriksaan dan memaksa otoritas memperlambat lalu lintas udara di New York dan Washington.