kumparan
4 Desember 2019 17:49

Libur Natal dan Tahun Baru Bisa Pakai Tol Layang Japek Gratis

Tol Layang Jakarta-Cikampek II (NOTCOV)
Foto udara Tol Layang Jakarta-Cikampek II. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) memastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek sepanjang 38 kilometer (km) akan beroperasi secara gratis saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019.
ADVERTISEMENT
‎Direktur Utama JCC Djoko Dwijono menjelaskan, saat ini progres pembangunan ruas tol layang tersebut telah mencapai 99,97 persen. Dengan demikian, pihaknya optimistis target pengoperasian tol itu saat libur Nataru tercapai.
"Iya (gratis), kami juga mengharapkan bisa difungsikan dalam membantu lalu lintas Nataru seperti yang diharapkan masyarakat," katanya saat ditemui di Tol Layang Jakarta-Cikampek ruas Cikarang Utama, Bekasi, Rabu (4/12).
Dia menambahkan, tahap persiapan pengoperasian‎ ruas tol itu sudah hampir selesai. Antara lain uji beban yang selesai pekan lalu dan tinggal menunggu hasil, serta uji laik operasi yang selesai hari ini sebagai bukti tol itu layak.
Pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek
Suasana di proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
"Semoga ini semua jadi lolos, lulus dan laik. PUPR (menargetkan) 15-17 Desember (sudah dioperasikan). Karena di tanggal 17 itu diprediksi sebagai mulai arus lalu lintas Nataru," ucap Djoko.
ADVERTISEMENT
Djoko pun mengungkapkan dalam membangun tol ini terdapat 3 tantangan. Pertama ialah ruas tol ini dibangun di atas Tol Jakarta-Cikampek yang merupakan ruas tol dengan arus lalu lintas terpadat di Indonesia.
"Mulai mengerjakan jam 10 malam dan selesai 5 pagi. Selama 2 tahun ini, kurang lebih pola hidup kami jadi malam melek. Supaya pengerjaan tidak mengganggu traffic di bawah," paparnya.
Kemudian tantangan kedua ialah ruas tol ini dibangun bersama proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek di 1 tempat. Untuk menghindari kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek eksisting, pengerjaan proyek ini dilakukan bergantian.
"Tantangan ketiga, proyek ini harus bisa digunakan dengan baik saat beroperasi. Tapi kami diberi waktu yang cukup ketat," ujar Djoko.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan