Lin Che Wei Tersangka Korupsi Ekspor CPO, Bagaimana Jabatannya di Pemerintahan?
ยทwaktu baca 2 menit

Lin Che Wei, Penasihat Kebijakan/Analis pada Independent Research & Advisory Indonesia yang juga Anggota Tim Asistensi (Policy Advisory) dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya.
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung menahan Lin Che Wei. Ia sudah menggunakan rompi tahanan berwarna merah untuk dibawa ke Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri di Jakarta Pusat, Selasa (17/5).
Kemenko Perekonomian buka suara terkait penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka kasus korupsi ekspor CPO. Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Alia Karenina, menjelaskan bahwa Lin Che Wei sempat menjadi anggota Tim Asistensi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, namun terhitung akhir Maret 2022 sudah tidak memegang jabatan tersebut.
"Selama masa pandemi, yang bersangkutan tidak aktif dalam Tim Asistensi dan tidak memberikan masukan atau insight kepada Menko Perekonomian," kata Alia dalam keterangan resmi, Rabu (18/5).
Ia menambahkan, Kemenko Perekonomian menghargai dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berlangsung terkait ini.
Lin Che Wei adalah seorang ekonom terkemuka yang juga memiliki jejak pemerintahan. Lin Che Wei diketahui merupakan policy advisor atau penasihat bidang kebijakan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dia bergabung di Kemenko Perekonomian sejak 2014. Dia juga menjadi penasihat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sejak 2016 hingga sekarang.
Ia menjadi penasihat di Kemenko Perekonomian untuk merumuskan kebijakan pada sektor ekonomi, pangan dan pertanian, energi dan kehutanan, industri dan manufaktur, ekonomi digital serta infrastruktur.
Tidak hanya itu saja, Lin Che Wei juga merupakan pendiri Independent Research & Advisory Indonesia dan pernah menjadi CEO Putera Sampoerna Foundation. Dia juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Danareksa pada 2005-2007.
