Kumparan Logo

Lingkungan Asri Malah Jadi Persoalan, Ratusan Burung Parkit Serbu Perumahan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koloni burung parkit di pepohonan sekitar kawasan permukiman di Singapura. Foto: See Toh Yew Wai from twitter.com/@ParrotOfTheDay
zoom-in-whitePerbesar
Koloni burung parkit di pepohonan sekitar kawasan permukiman di Singapura. Foto: See Toh Yew Wai from twitter.com/@ParrotOfTheDay

Lingkungan yang asri di Singapura justru membawa persoalan bagi warga penghuni sejumlah permukiman. Mereka merasa terganggu, oleh koloni ratusan burung parkit yang menghuni pepohonan di sekitar rumah warga.

Dewan Pembangunan dan Perumahan Singapura, telah menerima sejumlah pengaduan warga yang terganggu oleh suara bising burung-burung parkit tersebut. Selain itu, kotoran burung juga berceceran di sekitar rumah.

Hal ini menjadi perhatian Dewan Pembangunan dan Perumahan, Dewan Taman Nasional (National Parks), juga Layanan Hewan dan Veteriner (Animal and Veterinery Services).

"Burung dapat berkembang biak di hutan sekunder di Singapura, seperti yang Anda lihat di Rail Corridor, Tengah, Kranji, dan Lentor. Mereka dapat menemukan makanan dan sumber bersarang di daerah ini," kata Direktur Kelompok Pengelolaan Satwa Liar NParks, Ryan Lee.

Mengutip Nature Society Singapore (NSS), Channel News Asia melaporkan populasi parkit dada merah di negara itu telah melonjak dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Jumlah burung yang bukan khas endemi Singapura itu, melampaui parkit ekor panjang yang merupakan spesies asli Singapura.

Burung parkit (Bawah) sedang memakan buah-buahan di antara burung macau di dalam kandang taman Bird Paradise di Mandai Wildlife Reserve, Singapura. Foto: Roslan RAHMAN / AFP

Mereka bermigrasi dari Thailand, Vietnam, dan kawasan Indochina lainnya.

Dari hitungan NSS, ada lebih dari 800 ekor parkit hijau mendominasi kawasan pepopohonan, hingga membuat dedaunannya gundul. Burung-burung parkit tersebut, banyak bersarang di kawasan hutan sekunder di Clementi dan Choa Chu Kang.

"Karena lingkungan-nya terjaga dengan asri, sehingga cocok sebagai habitat parkit di lingkungan perkotaan. Ia akan bersarang di lubang pohon yang dekat dengan perumahan kami dan bahkan bersaing dengan burung beo yang lebih besar (seperti kakatua)," kata Ketua Kelompok Burung NSS, Tan Gim Cheong.

Jumlah mereka yang besar menimbulkan masalah di Choa Chu Kang, di mana dewan kota dan NParks menangkap dan memusnahkan beberapa burung pada November tahun lalu.

Burung parkit telah mencapai tingkat populasi yang tidak akan pernah bisa diberantas. Mereka menetap di ekosistem Singapura secara permanen dan telah menyebar.

instagram embed