Kumparan Logo

LinkAja Tawarkan Solusi Bisnis untuk Korporasi dan UMKM

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi uang digital Linkaja. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi uang digital Linkaja. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Tidak hanya memberikan kemudahan kepada end user melalui layanan pembayaran, PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja saat ini juga menawarkan solusi bisnis kepada sektor korporasi atau UMKM secara B2B.

Direktur Operasi LinkAja Widjayanto mengatakan, LinkAja akan menyasar kepada produk solusi bisnis digital untuk pelaku usaha. Ada tujuh solusi bisnis yang ditawarkan LinkAja sebagai langkah akselerasi inklusi dan literasi keuangan digital.

"Pertama, penyaluran dana digital seperti penyaluran gaji, insentif, tunjangan, komisi. Kami punya dua tipe, pertama langsung disalurkan ke main balance. Kedua, tipenya voucher spesifik untuk setiap kebutuhan," kata dia dalam acara Media Gathering LinkAja, Kamis (16/12).

Kedua, digitalisasi pembayaran yaitu digitalisasi transaksi merchant-to-merchant melalui QRIS Static dan merchant app jika partner tidak memiliki aplikasi LinkAja. Widjayanto menjelaskan, pelaku usaha bisa melakukan pembayaran kepada distributor atau prinsipal, atau bahkan customer ke merchant.

"Kemudian digitalisasi ekosistem di sekitar korporasi atau UMKM yang bersangkutan, misal ada kantin, parkiran, tempat ibadah. Lalu, solusi pengumpulan kas bagi mitra yang memiliki supply chain atau distribusi channel supaya risiko uang palsu dan pencurian bisa diminimalisir," lanjut dia.

Selanjutnya, advertising yaitu bisnis baru yang LinkAja kembangkan agar partner memiliki akses ke 81 juta pelanggan terdaftar. Para pelaku usaha bisa mendapatkan in-app exposure, melalui hard sale banner, push-up notification, atau promosi melalui seluruh media sosial LinkAja.

Lalu ada juga layanan PPOB disediakan LinkAja, seperti listrik, PDAM, BPJS, dan digital goods lainnya dilakukan secara B2B yang bisa menambah pendapatan pelaku usaha. Terakhir produk pinjaman atau lending melalui anak usaha LinkAja yaitu iGrow.

Widjayanto pun menjelaskan manfaat solusi bisnis LinkAja ini untuk korporasi dan UMKM. Pertama, transaksi akan berlangsung secara real time. Kedua, riwayat transaksi terintegrasi secara sistem, lalu transaksi berjalan secara efektif.

"Kemudian aman, kami comply dengan ISO 27001 2013, lalu efisiensi secara biaya jadi tidak perlu mengeluarkan uang tunai. Lalu kita juga fleksibel, serta basis pengguna yang besar. LinkAja memiliki 81 juta pengguna dan 5,9 juta pengguna syariah," lanjut dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Marketing LinkAja, Wibawa Prasetyawan menuturkan LinkAja memiliki berbagai pencapaian di tahun 2021 ini. Pertama, jumlah pengguna mencapai 80 juta dan ada 2,3 juta merchant yang terdaftar.

Selain itu, LinkAja juga menyasar kepada syariah community, melalui kerja sama dengan partner-partner syariah seperti Muslimat NU, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Indonesia. Hasilnya, 5,9 juta pengguna syariah terdaftar.

"Kita hadir secara fisik di 476 kota, karena kami percaya UMKM harus didampingi makanya ada langkah kerja sama dengan hyperlocal entity. Dengan ini, kami berkomitmen untuk memajukan local economy," ujar Wibawa.