Lion Air Rumahkan 8.050 Pekerjanya, Gaji Tetap Dibayar?
·waktu baca 1 menit

Maskapai Lion Air Group merumahkan 8.050 pekerjanya. Jumlah pekerja yang dirumahkan setara 35 persen dari total 23.000 karyawan di Lion Air Group.
Keputusan ini diambil manajemen karena bisnis penerbangan turun drastis di masa pandemi. Ribuan karyawan yang dirumahkan itu mencakup Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Bagaimana dengan gaji mereka, apakah tetap dibayar?
"Selama mereka (karyawan) yang berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro kepada kumparan, Minggu (1/8).
Namun, Danang tidak menjawab saat ditanya berapa besar dukungan biaya yang diberikan perusahaan kepada ribuan pekerja yang dirumahkan. Dia juga tidak menyebut biaya tersebut berupa gaji atau lainnya.
Danang juga mengaku belum bisa menjelaskan dari divisi mana yang paling banyak dirumahkan.
"Merumahkan karyawan berdasarkan dari persentase beban (load) masing-masing divisi. Mengenai persentase masing-masing unit, saya belum bisa memberikan data," ucap Danang.
Berdasarkan catatan perusahaan, saat ini maskapai berbiaya rendah ini hanya mengoperasikan 10 persen dari total penerbangan saat normal sebanyak 1.400 penerbangan. Kondisi ini diperparah dengan penurunan jumlah penumpang yang terjadi selama pandemi. Hal ini membuat perusahaan tidak mampu membiayai kas operasional yang cukup besar.
