Kumparan Logo

Livin' by Mandiri Catat Nilai Transaksi Capai Rp 2,08 T, Pengguna 40,3 Juta

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi livin' by Mandiri. Foto: Dok. Mandiri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi livin' by Mandiri. Foto: Dok. Mandiri

Livin’ by Mandiri mencatatkan kinerja yang moncer pada Mei 2026. Aplikasi perbankan digital yang dikembangkan PT Bank Mandiri (Tbk) atau emiten berkode BMRI tersebut telah digunakan oleh 40,3 juta pengguna per Mei 2026. SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap membeberkan jumlah tersebut tumbuh 28 persen secara year on year (YoY). Kemudian nilai transaksi mencapai Rp 2.083 triliun atau tumbuh 19,6 persen secara YoY dengan frekuensi transaksi meningkat 19 persen secara YoY menjadi 2,2 miliar transaksi. “Bank Mandiri terus memperkuat Livin’ by Mandiri sebagai bagian dari strategi menghadirkan keunggulan berkelanjutan melalui layanan digital yang adaptif, relevan, dan terintegrasi. Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dihadirkan mampu memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam membangun ekosistem penggerak negeri yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Yanto dalam keterangan resminya, Selasa (16/6). Yanto juga memastikan Bank Mandiri terus menambah fitur pada aplikasi Livin' by Mandiri. Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan, top up e-wallet, transaksi QRIS, hingga pembelian tiket perjalanan dan layanan gaya hidup melalui fitur Livin' Sukha. Bank Mandiri juga menyediakan fitur Livin' Call yang memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan layanan call center melalui aplikasi tanpa dikenakan biaya pulsa. Fitur ini ditujukan untuk memudahkan nasabah dalam memperoleh informasi maupun bantuan layanan perbankan. Menurut Yanto, pengembangan layanan digital tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya aktivitas transaksi nasabah. Perseroan juga terus melakukan penguatan kapasitas sistem dan pengelolaan risiko guna mendukung operasional layanan digital. “Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi layanan serta kolaborasi strategis guna memperluas akses keuangan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan ekosistem digital nasional secara berkelanjutan,” tutup Yanto.