LMAN Beberkan Persoalan Pembebasan Lahan Proyek LRT Jabodebek & KA Bandara YIA

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mengatakan bahwa pengadaan tanah atau pembebasan lahan di sektor perkeretaapian proyek strategis nasional (PSN) belum sepenuhnya rampung. Hanya ada tiga PSN yang sudah 100 persen, sementara sisanya rata-rata di atas 90 persen.
Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Qoswara mengatakan, realisasi pengadaan tanah LRT Jabodebek mencapai 92,14 persen atau Rp 1,31 triliun dari total alokasi Rp 1,42 triliun. Qoswara menyampaikan, salah satu alasannya yaitu konsinyasi yang belum diselesaikan di Pengadilan.
“Kalau melihat satu proyek, tanah menjadi masalah penting. Selama persentasenya kecil dan bukan masalah jalur utama, itu aman. Sisa persentase kecil itu bagian pendukungnya,” ujar Qoswara kepada awak media, di Stasiun Bandara Baru Yogyakarta, Rabu (24/8).
Sementara itu, pengadaan tanah di KA Bandara Internasional Yogyakarta atau Bandara YIA sudah terealisasi sebesar Rp 215,57 miliar atau 96,49 persen dari total alokasi.
Qoswara mengatakan, mekanisme pengadaan tanah kereta api adalah bayar langsung dan tidak ada dana talangan. "Berarti masih ada sisa pengadaan 3,5 persen. Masih ada beberapa tanah yang perlu diproses izin dari instansi yang berwenang," katanya.
Secara keseluruhan, LMAN telah mengucurkan dana sebesar Rp 4,3 triliun untuk sektor perkeretaapian proyek strategis nasional (PSN). Adapun realisasi mencapai Rp 2,83 triliun, atau 62,75 persen dari total dana pada bulan Agustus 2022.
