Lo Kheng Hong Sebut Banyak Orang Bodoh di Bursa Saham: Jual Mercy Harga Bajaj
ยทwaktu baca 2 menit

Investor kawakan, Lo Kheng Hong, menilai berinvestasi di bursa saham punya daya tarik meskipun harus dilakukan hati-hati. Kehati-hatian menjadi salah satu kunci sukses, termasuk dengan membaca laporan keuangan perusahaan emiten.
Pria yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia itu menyatakan, hanya berminat membeli saham perusahaan yang bagus namun murah (undervalue). Itu yang sering disebutnya sebagai strategi mobil mercy dengan harga bajaj.
"Di dunia nyata tidak ada orang bodoh yang mau menjual mercy harga bajaj. Tapi di bursa saham itu banyak, banyak orang bodoh yang menjual mercy di harga bajaj. Jadi saya pelan-pelan membeli jadi masih punya uang sisa banyak," kata Lo Kheng Hong di acara OCBC NISP Business Forum 2023, Selasa (21/3).
Dia pun menyarankan para investor untuk selalu membaca laporan keuangan tahunan sebuah perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya. Hal tersebut adalah kunci sukses dalam berinvestasi.
"Jangan pernah membeli saham sebelum membaca annual report, sebelum membaca laporan keuangannya. Karena membaca annual report, membaca laporan keuangan itu adalah kunci keberhasilan dari seorang investor saham," lanjutnya.
Usai krisis pandemi COVID-19 mereda, Lo Kheng Hong mengungkapkan dirinya belum banyak membelanjakan uangnya meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mulai menurun.
"Saya belanjakan baru sedikit, jadi masih ada sisa saham banyak. Karena saya itu orang yang sangat hati-hati dalam membeli saham," imbuh dia.
Lo Kheng Hong mengakui bahwa dirinya berhasil melewati banyak krisis-krisis keuangan selama kariernya sebagai investor saham, termasuk saat pandemi di tahun 2020 IHSG anjlok hingga level 3.900.
"Saya hanya membeli (saham) perusahaan bagus, yang harganya murah, yang undervalue. Tapi saya enggak mungkin membeli perusahaan jelek yang mahal, enggak mungkin beli," pungkas Lo Kheng Hong.
