Kumparan Logo

LPEI Dorong Ekspor lewat Program PKE, Hasilkan Devisa Rp 66,3 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan Tony Prianto di Ballroom Hotel Meruorah Labuan Bajo, Kamis (10/7/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan Tony Prianto di Ballroom Hotel Meruorah Labuan Bajo, Kamis (10/7/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan RI, terus menunjukkan peran strategis dalam memperkuat daya saing ekspor nasional. Salah satu mandat penting yang diemban adalah Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE), bentuk nyata kehadiran negara dalam mendorong transaksi ekspor yang secara komersial sulit dilaksanakan, tetapi dinilai vital bagi perekonomian nasional.

Melalui skema PKE, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi kepada sektor-sektor prioritas. Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI, Tony Prianto, menyebutkan bahwa PKE membawa tujuan mulia (noble purpose).

“APBN melalui PKE memiliki noble purpose yang juga berdampak pada perekonomian nasional, antara lain peningkatan jumlah dan kapasitas eksportir, perluasan pasar negara tujuan ekspor, diversifikasi produk, serta penciptaan multiplier effect dan devisa,” kata Tony di Ballroom Meruorah Labuan Bajo, Kamis (10/7).

Hingga Juni 2025, Indonesia Eximbank telah menyalurkan dana lebih dari Rp 26 triliun melalui skema PKE, dari total Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 13,7 triliun. Program ini mencatat devisa ekspor sebesar USD 4,18 juta atau setara Rp 66,3 triliun, dengan cakupan lebih dari 90 negara tujuan.

Plt. Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi, menyatakan bahwa kehadiran PKE menjadi penggerak ekosistem ekspor nasional.

“Program ini memperkuat reputasi Indonesia sebagai produsen berkualitas global, serta mendorong pembangunan dan bisnis berkelanjutan di pasar internasional,” ujar Maqin.

Total penyaluran pembiayaan PKE sebesar Rp 26 triliun merupakan dana bergulir (revolving) sejak program ini diluncurkan pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, alokasi dana PKE yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencapai Rp13,7 triliun.

Penyaluran dana PKE selama periode Januari hingga Desember 2024 tercatat sebesar Rp7,3 triliun. Sementara itu, penyaluran dana PKE untuk periode Januari hingga Juni 2025 telah mencapai Rp5,5 triliun.

Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin Noorhadi di Ballroom Hotel Meruorah Labuan Bajo, Kamis (10/7/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Delapan Skema PKE yang Dijalankan Indonesia Eximbank

Saat ini terdapat delapan skema PKE aktif, masing-masing dengan fokus sektor dan tujuan berbeda:

1. PKE Kawasan Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, dan Amerika Latin

Untuk membuka pasar ekspor non-tradisional Indonesia.

2. PKE Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Mendukung pelaku UKM berorientasi ekspor agar naik kelas dan menembus pasar global.

3. PKE Trade Finance

Mendukung ekspor 18 produk prioritas nasional melalui fasilitas perdagangan.

4. PKE Industri Alat Transportasi

Menopang industri seperti perkapalan, perkeretaapian, kedirgantaraan, dan alat transportasi khusus.

5. PKE Industri Farmasi dan Alat Kesehatan

Mendukung ekspor produk kesehatan seperti vaksin, jarum suntik, dan kantong darah.

6. PKE Pariwisata dan KEK Mandalika

Menunjang pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi khusus Mandalika.

7. PKE Marina dan Penunjang DSP (Destinasi Super Prioritas)

Untuk pembangunan infrastruktur marina dan sarana wisata di kawasan super prioritas.

8. PKE Industri Penerbangan

Mendorong industri pesawat terbang dan komponennya menembus pasar internasional.

Daftar Proyek Ekspor Strategis

Berbagai proyek ekspor strategis telah lahir dari program PKE. Di antaranya:

  • Pesawat CN 235 Medium Aircraft Wing untuk Nepal

  • CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft untuk Senegal

  • NC212i untuk Filipina

  • Kereta Container Flat Top Wagon untuk Selandia Baru

  • Kereta penumpang ke Bangladesh

  • Kapal Landing Platform Dock ke Uni Emirat Arab

  • Biskuit energi tinggi ke Dubai dan Kongo

  • Jarum suntik dan kantong darah ke AS, Mesir, dan Tanzania

  • Vaksin Polio, Difteri, TBC ke India, Malaysia, Nigeria, dan Pakistan

  • Ekspor semen ke berbagai negara Afrika dan Asia Selatan

  • Pembangunan apartemen oleh kontraktor Indonesia di Aljazair

  • Pengembangan KEK Mandalika

  • Infrastruktur destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo