Kumparan Logo

LPI Akan Sodorkan Sejumlah Proyek Bernilai Rp 133 Triliun ke Investor

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Foto: Dok. Jasa Marga
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Foto: Dok. Jasa Marga

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) siap bekerja usai Presiden Jokowi mengenalkan Anggota Dewan Pengawas dan Direksi pada pagi tadi, di Istana Negara, Jakarta Selasa (16/2).

Ridha Wirakusumah ditunjuk sebagai CEO LPI. Dalam sambutannya, Ridha mengatakan cukup banyak daftar proyek infrastruktur yang siap dipromosikan ke investor. Nilainya mencapai USD 9,5 miliar atau sekitar Rp 133 triliun (kurs Rp 14.000).

"Kalau saya boleh mengutip sedikit dari Pak Erick Thohir, ada USD 9,5 miliar di pipeline. Tentu kami akan lihat bersama untuk make sure bahwa proyek ini bisa membawa good return untuk kita dan juga investor," kata Rida secara virtual.

Ridha menjelaskan, proyek infrastruktur menjadi yang pertama akan dipromosikan, termasuk jalan tol. Sebab, jalan tol yang paling potensial efek investasinya, termasuk nilai tambah bagi masyarakat Indonesia jika dioptimalkan dengan dana asing yang masuk.

Untuk itu, LPI harus lebih dulu koordinasi dengan pemilik tol di dalam negeri yang kebanyakan dari BUMN. Mulai dari PT Jasa Marga Tbk (Persero) hingga PT Waskita Karya Tbk (Persero).

"Kami bukan cuma cari uangnya saja, tapi ingin sama-sama dengan investor untuk perbaiki kinerjanya. Misalnya toll road jadi lebih baik lagi. Dengan adanya uang dari luar, investasi tol jadi lebih optimal dan nilai tambahnya," lanjut Ridha Wirakusumah.

Selain proyek tol, sektor lain yang berpotensi ditawarkan adalah bandara hingga pelabuhan.

Dirut Lembaga Pengelola Investasi, Ridha Wirakusumah. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang merangkap sebagai Ketua Dewas LPI, mengatakan negara sudah memberikan modal total Rp 75 triliun ke LPI.

Rinciannya, tahun lalu Rp 15 triliun dari APBN 2020. Sedangkan tahun ini Rp 15 triliun dari APBN 2021 dan sisanya Rp 45 triliun dari saham inbreng BUMN.

Dengan adanya modal tunai Rp 75 triliun dan nilai proyek Rp 133 triliun, menjadi awal bagi LPI untuk menawarkan proyek dan kemampuan Indonesia kepada investor global.

Jadi, tidak hanya menawarkan proyek abstrak, melainkan sudah ada hitungan jelas. Sayangnya, dia belum mau membocorkan investor global mana saja yang tertarik.

"Saat ini sudah ada beberapa fund yang nulis surat langsung ke saya dan Pak Erick bahkan sebelum Dewas (ada), sudah sampaikan keinginannya. Jadi ini menggambarkan potensinya sangat besar. Dengan adanya BOD (Direksi LPI) ini, Pak Ridha nanti akan follow up berbagai express of interest itu," katanya.