kumparan
24 Januari 2020 17:48

LPS Akan Perluas Jaminan: dari Dana Haji hingga Pensiun

Halim Alamsyah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) berencana memperluas cakupan penjaminan simpanan perbankan. Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, mengatakan pihaknya sudah merampungkan kajian terkait hal ini.
ADVERTISEMENT
Rencananya, perluasan ini akan mencakup rekening yang menghimpun dana masyarakat untuk kebutuhan sosial. Meskipun melebihi ketentuan nilai yang dijamin, yakni sebesar Rp 2 miliar.
"Dana-dana yang sifatnya individual. Misalnya untuk dana haji, dana pensiun, dana sosial. Dana haji sendiri sudah Rp 120 triliun. Terus BPJS Ketenagakerjaan sekitar Rp 450 triliun, kata Halim di Equity Tower SCBD, Jakarta, Jumat (24/1).
"Juga ada dana sosial seperti zakat, infaq, sodaqoh. Mungkin juga uang kolekte gereja, klenteng atau dana yang tidak dimaksudkan untuk mengambil keuntungan. Dana-dana ini mungkin bisa kita jamin," tambahnya.
Konferensi Pers Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Konferensi Pers Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Equity Tower, SCBD, Jakarta. Foto: Elsa Toruan/kumparan
Halim menambahkan, tujuan dari perluasan ini adalah untuk membuat sistem perbankan lebih stabil. Sebab, dengan diperluasnya dana simpanan bisa membuat gejolak di pasar keuangan dalam negeri mereda.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pihaknya mengaku khawatir apabila dana-dana tersebut tidak dijamin oleh LPS, maka akan membuat masyarakat menjadi kabur, sehingga likuiditas perbankan bisa terganggu.
"Dan itu kalau mereka pindah pindahkan dananya, dari satu bank ke bank yang lain, itu akan menimbulkan gangguan buat bank dananya yang kebetulan ditarik itu," katanya.
Meski begitu, Halim belum bisa memastikan kapan rencana itu bisa direalisasikan. Yang jelas kajian tersebut sudah selesai dilakukan. LPS disebut hanya tinggal melapor pada Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
"Kalau bisa, inginnya ngomong dengan KSSK dalam waktu dekat," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan