Kumparan Logo

LPS Mau Selamatkan 2 BPR yang Nyaris Bangkrut

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lembaga penjamin simpanan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lembaga penjamin simpanan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat saat ini ada dua Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang tengah bermasalah. Kedua bank tersebut masing-masing berada di Cirebon Jawa Barat dan Surabaya Jawa Timur.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan saat ini pihaknya masih mengusahakan untuk mencari solusi terkait persoalan yang melanda dua bank tersebut.

“Ada dua, satu di Jawa Barat, satu di Surabaya yang kita usahakan untuk ada pemecahannya. Kelihatannya akan selamat yang di Cirebon maupun yang di Surabaya,” kata Purbaya di JS Luwansa, Selasa (3/6).

Saat ini, LPS mengantongi cadangan dana sekitar Rp255 triliun untuk menjamin simpanan nasabah. Jumlah itu diperkirakan naik menjadi Rp 270 triliun di akhir tahun, seiring pertumbuhan sektor keuangan nasional.

LPS kini tak hanya berperan sebagai penjamin dana nasabah saat bank sudah kolaps. Purbaya menegaskan, lembaga itu kini juga aktif terlibat lebih awal untuk mencegah krisis.

“LPS aktif sekarang bukan hanya kalau bangkrut saja, tapi sebelum bangkrut kita cari jalan keluar. Let's say pemegang saham atau yang punya dan di situ mau konversi, yang menggunakan dia juga, itu sudah kita dukung. Dan sepertinya akan berhasil,” ucapnya.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Dia menambahkan, LPS terus mendukung penguatan BPR dan BPR Syariah (BPRS) lewat inisiatif digitalisasi. Transformasi ini dinilai penting agar BPR bisa bersaing secara sehat dalam ekosistem keuangan yang makin kompetitif.

“Kami akan menyediakan sistem informasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat pelaporan dan mendorong digitalisasi proses operasional secara keseluruhan,” kata dia.

Program ini akan dimulai tahun ini lewat uji coba (pilot project) di sejumlah BPR dan BPRS terpilih. Harapannya, sistem digital akan menjadi keunggulan kompetitif baru bagi industri ini.

“Pentingnya transformasi digital dan pengembangan sistem teknologi informasi (IT) di BPR/BPRS, agar ke depannya bisa memiliki keunggulan dalam bidang usaha yang lebih komparatif yang belum tentu dimiliki oleh pelaku industri lain,” lanjutnya.

Hingga Maret 2025, LPS mencatat telah menjamin penuh simpanan di 15,58 juta rekening nasabah BPR dan BPRS, atau setara dengan 99,98 persen dari total rekening.

instagram embed