Kumparan Logo

LPS: Tabungan di Bawah Rp 100 Juta Tumbuh 4,95 Persen hingga Mei 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi rekening tabungan di bank. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rekening tabungan di bank. Foto: Shutterstock

Pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal kecil menunjukkan tren yang semakin membaik. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah dengan saldo di bawah Rp 100 juta tumbuh 4,95 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Mei 2026.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencatat pertumbuhan sebesar 3,43 persen. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa kelompok penabung kecil masih mampu menambah simpanannya di tengah dinamika ekonomi.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Doddy Zulverdi, mengatakan pertumbuhan simpanan pada kelompok tersebut terus menunjukkan perbaikan sepanjang tahun berjalan.

“Pertumbuhannya membaik, pertumbuhannya telah mencapai 4,95 persen. Jadi artinya pertumbuhan positif jadi secara level masih terus naik dan secara pertumbuhan membaik,” kata Doddy dalam konferensi pers, Kamis (25/6).

Menurutnya, data tersebut juga menunjukkan tidak ada indikasi masyarakat menggerus tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau fenomena yang kerap disebut sebagai makan tabungan.

“Simpanan sampai dengan Rp 100 juta ini masih tumbuh positif. Bahkan pertumbuhannya masih lebih baik dibandingkan posisi akhir 2025,” imbuhnya.

Di sisi lain, kelompok nasabah dengan saldo simpanan di atas Rp 5 miliar masih menjadi kontributor utama pertumbuhan dana pihak ketiga di perbankan. Hingga Mei 2026, simpanan pada kelompok ini tumbuh 21,45 persen secara tahunan.

Meski masih mencatat pertumbuhan dua digit, lajunya sedikit melambat dibandingkan akhir 2025 yang mencapai 22,76 persen. “Ini agak sedikit melambat dari angka Mei ini,” katanya.

Doddy menjelaskan, pertumbuhan tabungan yang terjadi pada seluruh kelompok nominal simpanan menjadi faktor pendorong kenaikan total simpanan perbankan yang mencapai 13,4 persen pada Mei 2026.

instagram embed

“Artinya pertumbuhan total simpanan yang tadi saya sebut 13,4 persen di bulan Mei, itu di-support oleh semua kelompok simpanan,” ungkap Dody.

Dengan kondisi tersebut, LPS menilai tidak ada kelompok penyimpan dana yang mengalami kontraksi pada periode tersebut. Tren ini dinilai mencerminkan kondisi yang positif bagi industri perbankan maupun daya tahan keuangan masyarakat.

“Ini sebuah fenomena yang positif, dan tadi yang simpanan di bawah Rp 100 juta trennya membaik,” pungkasnya.