LRT Jabodebek: Rel Melengkung Disebut Salah Desain, 31 Kereta Beda Spesifikasi

5 Agustus 2023 7:39 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) melintas di jembatan rel lengkung (longspan) LRT Kuningan, Jakarta, Rabu (2/8/2023).  Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) melintas di jembatan rel lengkung (longspan) LRT Kuningan, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi buka suara terkait kesalahan desain jembatan melengkung atau longspan LRT Jabodebek dari Gatot Subroto ke Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Jokowi menyebut proyek LRT pertama di Indonesia ini wajar jika ada kesalahan.
ADVERTISEMENT
"LRT ini yang pertama kali kita kerjakan. Jadi kalau ada koreksi, ada yang perlu dievaluasi, ada yang perlu diperbaiki, ya, kita perbaiki," ujar Jokowi di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (3/8).
Jokowi juga meminta agar masyarakat tidak mencari kesalahan. Menurutnya, kesalahan pasti ada karena Indonesia baru pertama kali membangun LRT.
"Jangan senang cari-cari kesalahan. Karena kesalahan pasti ada karena baru pertama kali dan ini adalah produksi INKA, konstruksinya juga dikerjakan oleh kita sendiri, semuanya oleh kita sendiri. Jadi kalau ada kurang-kurang, ya, harus kita maklumi, tetapi kita perbaiki," imbuhnya.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo juga sempat menyoroti 31 kereta LRT Jabodebek buatan PT INKA (Persero) yang seluruhnya berbeda spesifikasi, baik dari dimensi, berat, bahkan kecepatan dan pengeremannya.
ADVERTISEMENT
Perbedaan spesifikasi ini pun dikeluhkan oleh pihak Siemens, selaku pengembang software LRT Jabodebek. Siemens harus menyesuaikan perbedaan spesifikasi LRT dengan memperluas toleransi software-nya.
Meski demikian Tiko, sapaan akrab Kartika, memastikan seluruh 31 kereta LRT Jabodebek sudah kalibrasi dengan baik dan layak operasi mulai Agustus 2023 atau bulan ini.
“Ini sudah kalibrasi dan layak operasi," ujarnya saat dihubungi kumparan, Kamis (3/8).
Uji coba operasional terbatas LRT Jabodebek dengan penumpang undangan belum dapat dilaksanakan. Foto: Dok. PT KCIC
Selain soal spesifikasi kereta, Tiko juga mengakui ada salah desain dari proyek LRT Jabodebek, salah satunya longspan (jembatan bentang panjang) dari Gatot Subroto menuju Rasuna Said Kuningan.
Dia menjelaskan longspan yang dibangun PT Adhi Karya Tbk (Persero) didesain dengan kondisi keterbatasan lahan. Desain ini menyebabkan kecepatan LRT harus melambat di 28 km/jam, dari normalnya 80 km/jam.
ADVERTISEMENT
"Secara alignment sudah didesain lengkung yang paling optimal untuk mengakomodasi adanya keterbatasan lahan dan sesuai trase yang telah ditetapkan, termasuk design kemiringan sebagai counter atas gaya sentrifugal kereta," jelasnya kepada kumparan, Kamis (3/8).
"Sehingga untuk kecepatan LRT nantinya kira-kira 80 km/jam, namun di longspan memang akan melambat ke sekitar 28 km/jam," sambung Tiko.
Operasional Molor
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberi sinyal akan sedikit mundurnya jadwal operasional LRT Jabodebek. Transportasi ini semula dijadwalkan sebagai kado HUT ke-78 RI pada 18 Agustus 2023, bersamaan dengan kereta cepat.
Menurut Budi Karya, saat ini tengah dilakukan uji coba massif terhadap LRT Jabodebek. Sehingga nantinya, kesiapan operasional bakal mengacu pada hasil uji coba dan kebijakan Presiden Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Tanggal, kami tadi minta saran Pak Presiden, Pak Presiden sangat bijak: Pokoknya kalian melakukan uji coba," ujar Budi Karya usai mendampingi Presiden Jokowi menjajal LRT Jabodebek, Kamis (3/8).
"Pada saat uji coba berhasil, kita buka. Jadi bisa jadi menjadi 20 Agustus, atau 30 Agustus. karena kita sudah mendaftarkan kira-kira 10 tim atau orang dari Siemens untuk secara intensif dari 1 Agustus smp 30 Agustus memperhatikan," sambungnya.