Kumparan Logo

Luhut: 15 Juta UMKM Sudah Merambah Pasar Digital

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perajin menyelesaikan kerajinan tangan yang berbahan dasar batang enceng gondok kering di UMKM Win's Rajut, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Perajin menyelesaikan kerajinan tangan yang berbahan dasar batang enceng gondok kering di UMKM Win's Rajut, Pasuruan, Jawa Timur. Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Sebanyak 15 juta usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM, tercatat telah melek teknologi digital hingga pertengahan Agustus 2021. Merebaknya pandemi COVID-19 menjadikan digitalisasi sebagai sebuah keniscayaan, terlebih lagi jika para pelaku usaha bisa tetap bertahan dan bahkan tumbuh.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, jumlah UMKM yang melek pasar digital terus mengalami peningkatan signifikan sejak pandemi COVID-19.

"Sejak Mei 2020 hingga juli 2021, jumlah UMKM yang onboarding mencapai lebih dari 7,2 juta, sehingga sampai hari ini sudah 15 juta lebih. Ini sangat bagus semua sudah digitalize, tanpa kita sadari negeri ini jadi negeri yang maju dalam teknologi," tutur Luhut dalam acara peluncuran gerakan Bangga Buatan Indonesia Pelangi Sulawesi, Kamis (26/8).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membenarkan penambahan signifikan terjadi sejak pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Sejalan dengan pernyataan Luhut, penambahan 7 juta UMKM terjadi dalam waktu 3 bulan terakhir.

kumparan post embed

Kendati demikian, jumlah UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital ini baru mencapai 22 persen dari keseluruhan usaha kecil dan menengah yang ada di Indonesia. Agar bisa mencapai target 30 juta UMKM bisa onboarding di tahun 2023 yang tinggal setahun lagi, pemerintah terus menggenjot peluncuran program ini ke berbagai daerah.

"Melihat perkembangan positif ini, kami optimistis target pemerintah untuk mendorong 30 juta UMKM onboarding ke platform pada akhir 2023 akan tercapai. Bahkan melebihi yang ditargetkan Presiden," tutur Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, kontribusi UMKM terhadap perekonomian kuartal kedua lalu yang tumbuh 7,07 persen yoy, cukup signifikan. Dari pertumbuhan kinerja sektor perdagangan sebesar 9,44 persen, transaksi di e-commerce punya sumbangsih sebesar 63,4 persen atau sebesar Rp 186,7 triliun.

Ia memperkirakan pertumbuhan transaksi ini bakal mencapai angka Rp 395 triliun di akhir tahun 2021. Sementara nilai ekonomi digital, menurut hitung-hitungan Mendag, bakal tumbuh 8 kali lipat di tahun 2030.

"Nilai ekonomi digital tahun 2020 sebesar Rp 632 triliun. Ini diproyeksi tumbuh 8 kali lipat pada 2030 sebesar Rp 4.531 triliun," pungkas Muhammad Lutfi.