Kumparan Logo

Luhut: 300 Ribu Paket Obat Diluncurkan Hari Ini

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IVERMECTIN, obat cacingan yang disebut-sebut efektif mengatasi COVID-19. Foto: Shutter Stock

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan sebanyak 300 ribu paket obat-obatan mulai disalurkan hari ini, Kamis (15/7).

Bantuan obat-obatan ini rencananya diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Ini dilakukan, kata Luhut, supaya tidak terjadi peningkatan kasus dari gejala ringan menjadi sedang atau bahkan berat.

"Pembagian obat gratis kita luncurkan hari ini 300 ribu boks. Kami juga sadar sekarang bahwa penanganan kasus ringan untuk tidak masuk sedang dan berat super penting," ujar Luhut dalam virtual conference, Kamis (15/7).

Luhut merinci, pembagian paket itu sebanyak 10 persen dialokasikan buat paket orang tanpa gejala atau OTG. Selanjutnya, sebanyak 60 persen untuk paket gejala demam dan asnomia.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan meninjau sentra vaksinasi di JIEXPO Kemayoran jelang pemberlakuan PPKM Darurat. Foto: Instagram.com/luhut.pandjaitan

Sisanya, sebanyak 30 persen merupakan paket untuk gejala ringan demam dan batuk. Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa 300 ribu paket obat ini bakal dibagikan kepada sebanyak 210 ribu penderita COVID-19 dengan gejala ringan.

Saat ini, komandan PPKM Darurat itu menyatakan pemerintah tengah mendatangkan kebutuhan obat-obatan dari berbagai negara.

"Semua data ini kami on the right track. Ada beberapa obat yang diterbangkan dari berbagai negara. Tocilizumab ini mahal sekali tapi sudah dalam proses, begitu juga Remdesivir juga sudah diimpor," jelas Luhut.

Dari sisi adanya permainan harga oleh oknum-oknum tertentu, Purnawirawan Jenderal TNI itu sebelumnya juga menegaskan bakal ditindak tegas oleh pemerintah.

"Jadi masalah obat ini memang ada masalah yang coba manipulasi obat itu, oleh pemerintah kita tindak tegas dan kita imbau tidak melakukan. Sekaligus kita melakukan reformasi kesehatan karena banyak hal yang tidak efisien," tutur Menko Maritim dan Investasi itu.