Kumparan Logo

Luhut Beberkan Nilai Ekspor Nikel RI Capai USD 40 Miliar di 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono usai seminar di Hotel Merusaka Nusa Dua Bali, Rabu (22/5/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono usai seminar di Hotel Merusaka Nusa Dua Bali, Rabu (22/5/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan nilai ekspor nikel Indonesia pada 2023 mencapai USD 40 miliar atau sekitar Rp 651 triliun (kurs 16.263).

Luhut menegaskan penguatan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam harus dilanjutkan. Menurutnya, program hilirisasi berhasil mengubah struktur ekonomi Indonesia.

"Dulu mungkin kita ekspor USD 1,5 miliar atau USD 2 miliar, tahun lalu kita sudah USD 40 miliar," ujar Luhut dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (5/6).

Luhut menilai tanpa hilirisasi nilai ekspor nikel tidak akan bisa tercapai. "Kalau tanpa ini, ekonomi kita hari ini sudah goyah," ujar Luhut.

Luhut optimistis nilai ekspor nikel akan terus meningkat ke depannya. Dia memproyeksikan nilai ekspor nikel bisa mencapai USD 70 miliar pada 2028.

"Dan tahun 2028, saya kira kita bisa dekat USD 70 miliar sekarang kita sudah produksi prekursor, katoda, dan lainnya. Ini saya kira banyak yang tidak paham ada game changer, ada satu proses yang sedang berjalan di tempat kita," ungkap Luhut.

"Itu sebabnya kami fokus masih menyelesaikan Kalimantan Utara karena investasi Kalimantan Utara untuk petrochemical tadi investasi sangat besar beberapa puluh miliar dolar itu bisa 4 persen ke PDB kita. Saya pikir hal ini sangat bagus," tambahnya.