Kumparan Logo

Luhut Bicara Kejayaan Rempah Tidore: Kita Patut Bangga sebagai Negara Bahari

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.  Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal sejarah kejayaan rempah dan perdagangan Nusantara. Ini disampaikan Menko Marves kala meluncurkan Sail Tidore 2022.

Luhut mengapresiasi kembali digelarnya Sail Tidore dengan mengusung tema Tidore Kota Warisan Dunia Perekat Bangsa-bangsa. "Ini mengangkat pesan kekuatan Tidore sebagai kota di Provinsi Maluku Utara yang memiliki level sejarah kejayaan rempah dan perdagangan Nusantara," ujar Luhut yang hadir secara virtual dalam kegiatan pada Selasa (11/10).

Luhut juga bicara kebanggaan sebagai negara yang memiliki potensi bahari. Indonesia dapat memanfaatkan potensi kekayaan alam untuk mengerek perekonomian.

Apalagi selama dua tahun pandemi, pertumbuhan ekonomi betul-betul terkontraksi oleh berbagai kegiatan perekonomian yang tersendat.

"Kita patut bersyukur dan bangga dengan potensi yang kita miliki ini sebagai negara bahari. Potensi ini sebagai modal kita dan anugerah dari yang maha kuasa," sambung Luhut.

Kota Tidore di Maluku Utara. Foto: windu_dolan/shutterstock

Sail Tidore merupakan rangkaian agenda Sail Indonesia ke-12 yang akan dilaksanakan mulai dari 24 November 2022 hingga 29 November 2022. Ia melihat, perhelatan ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan re-branding wisata bahari di kancah internasional.

"Kita harus optimistis, Sail Tidore mampu berkontribusi untuk membantu proses pemulihan industri pariwisata dalam negeri," ungkapnya.

Di sisi lain, Ia meminta untuk belajar dari rangkaian Sail Indonesia yang sudah berlangsung sejak 2009. Salah satunya adalah Sail Sabang 2017 di mana berhasil mendatangkan 18 kapal layar, 20 ribu pengunjung dan 3 ribu wisatawan mancanegara.

"Tidak hanya kedatangan pengunjung, tapi multiplier effect bagi masyarakat menjadi hal yang sangat penting," pungkas Luhut.