Luhut Datangkan Bantuan dari China untuk Tangani Corona, Berikut Fakta-faktanya

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di bawah pimpinan Luhut Pandjaitan menggandeng Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) untuk mendatangkan 40 ton alat-alat kesehatan dari China.
Seluruh bantuan itu nantinya akan didistribusikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kampus-kampus, dan lainnya.
Berikut kumparan rangkum fakta-fakta mengenai bantuan tersebut:
1. Sumbangan dari Investor-investor China
Juru bicara Kemenko Marves, Jodi Mahardi, mengatakan alat-alat itu didapat dari beberapa perusahaan asal China yang berinvestasi di Indonesia. Para donatur itu sebagian besar merupakan investor yang telah berinvestasi di Indonesia seperti di Morowali, Weda Bay, Obi, Kendari, Konawe, dan daerah sekitar.
“Kemenko Marves, sesuai arahan dari Pak Luhut, bekerja sama dengan APLSI mengkoordinir bantuan dari berbagai perusahaan tersebut agar dapat segera terkirim ke Indonesia dan dapat terdistribusi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak dan mendesak. Dengan demikian, diharapkan penanganan wabah ini dapat berlangsung lebih cepat dan warga dapat kita lindungi, termasuk keselamatan petugas medis yang saat ini berjuang di garis terdepan,” ujar Jodi.
Menurut Jodi, China saat ini mulai membagikan alat-alat kesehatan kepada negara lain lantaran jumlah kasus sudah mulai turun di Negeri Tirai Bambu itu.
2. Bantuan Tiba di Jakarta pada Jumat (27/3) Dini Hari
Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 40 ton bantuan alat kesehatan dari China untuk memerangi virus corona sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan informasi yang diterima kumparan, pesawat tiba pada Jumat (27/3) pagi sekitar pukul 01.40 WIB. Setelah tiba, petugas bandara langsung membuka bagasi dan menurunkan bantuan alkes tersebut. Rencananya, bantuan diserahterimakan secara simbolis pada Jumat, 27 Maret 2020, di Bandara Soekarno-Hatta.
3. Ada Masker N95 hingga Alat Tes Corona
Bantuan yang didatangkan dari China itu terdiri dari test kit COVID-19, masker N95, masker bedah, hingga alat pelindung diri seperti baju, kacamata, sarung tangan, dan sebagainya. Seluruh bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan melalui BNPB, kampus-kampus, dan lainnya.
Selain memberikan bantuan alat kesehatan, Kemenko Marves bersama APLSI juga mengkoordinasikan pemberian bantuan alat lab untuk memeriksa COVID-19 kepada 6 Fakultas Kedokteran di Indonesia berupa alat PCR dan RNA extraction machine. Alat lab ini akan mampu memeriksa swab test yang dilakukan untuk mendeteksi COVID-19.
"Ke depan setelah alat ini dikirimkan, diharapkan pada bulan April minggu kedua semua Fakultas Kedokteran tersebut akan memiliki kemampuan untuk melakukan tes masing masing sebanyak 1.000 sampel per harinya," ujar Jodi Mahardi.
Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah terbuka untuk menerima bantuan dari negara manapun, mengingat pandemi virus corona merupakan bencana global. Luhut memastikan pemerintah juga tidak asal menerima tanpa memperhatikan aspek keamanannya.
"(Dalam situasi ini) Kita ambil keputusan harus cepat dan tepat karena ini menyangkut hal yang sangat serius. Tentunya ini akan melalui prosedur pemasukan bantuan, BNPB di bawah Komando Pak Doni Monardo sebagai koordinator untuk menyalurkan bantuan ini segera ke masyarakat. Publik, masyarakat dan media harus tahu kemana, jika mereka memerlukan bantuan, jadikan satu pintu," ujar Luhut.
